Tak Kunjung Dilantik, Jokowi Belum Sreg dengan Jenderal Andika Perkasa?

Nasional | wartaekonomi | Published at Minggu, 14 November 2021 - 06:45
Tak Kunjung Dilantik, Jokowi Belum Sreg dengan Jenderal Andika Perkasa?

Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Ersento Maraden Sitorus, menganalisa belum dilantiknya Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI oleh Presiden Joko Widodo. Ia menduga ada kesan Jokowi enggan melantik Andika.

Sampai saat ini belum ada kepastian rencana pelantikan Andika sebagai Panglima TNI. Sedangkan Hadi Tjahjanto berdasarkan peraturan yang berlaku sudah memasuki usia pensiun pada tanggal 8 November 2021 yang lalu.

"Ini semakin memperkuat dugaan bahwa pengangkatan Andika sebagai Panglima TNI sangat bernuansa politik. Dewan Perwakilan Rakyat tergesa-gesa melakukan fit and proper test terhadap Andika sehingga harus dilakukan pada hari Sabtu yang sangat jarang dilakukan oleh DPR melakukan rapat pada hari Sabtu," kata Fernando dalam keteranganya, kemarin.

Fernando menyayangkan adanya dorongan jabatan Andika sebagai Panglima TNI dari berbagai pihak. Sedangkan Andika belum dilantik oleh Presiden sehingga usulan tersebut terkesan sangat berlebihan.

"Presiden Jokowi sepertinya enggan untuk segera melakukan pelantikan Panglima TNI," ujar Fernando.

Ia juga menduga alasan di balik molornya pelantikan Jenderal Andika karena Jokowi punya jagoan lain untuk dijadikan Panglima TNI. Selain Andika, nama yang santer digadang menjadi Panglima ialah Laksamana TNI AL Yudo Margono. Andika tercatat sebagai menantu mantan kepala BIN Hendropriyono.

"Sepertinya Presiden Jokowi kurang sepenuh hati ingin menjadikan Andika sebagai Panglima TNI karena sudah memiliki sosok lain yang dipersiapkan," ucap Fernando.

Fernando menyarankan Presiden Jokowi segera melantik Andika sebagai Panglima karena Hadi Tjahjanto yang sebelumnya menjabat Panglima sudah memasuki Pensiun.

"Sehingga tidak ada kekosongan jabatan Panglima karena Presiden Jokowi belum ada mengeluarkan untuk memperpanjang masa jabatan Hadi Tjahjanto sebagai Panglima setelah pensiun pada 8 November," tutur Fernando.

Artikel Asli