Energi Sinergi (2)

Nasional | rm.id | Published at Minggu, 14 November 2021 - 06:30
Energi Sinergi (2)

Meski imam memiliki hak-hak prerogatif, namun tidak berarti ia bebas dari kesalahan dan kekeliruan. Ia juga tidak bebas dari kritikan dan koreksi dari makmum.

Makmum diminta tidak boleh melakukan pembiaran terhadap kesalahan dan kekeliruan yang dilakukan imam. Imam wajib dikoreksi kalau melakukan kesalahan atau kekeliruan, misalnya mereduksi atau menambah rakaat shalat di luar dari ketentuan yang seharusnya. Jika imam salah baca atau terlupa, makmum wajib membetulkannya.

Itulah sebabnya orang-orang di belakang imam direkomendasikan orang yang memiliki kemampuan mengingatkan, dan membetulkan, bahkan menggantikan imam kalau salah atau tidak bisa melanjutkan kepemimpinannya.

Cara melakukan kritik juga harus sesuai dengan ketentuan. Makmum tidak boleh melakukan kritik dengan melampaui batas, yakni batas yang telah ditentukan dalam hadis.

Hak menyampaikan kritik bukan hanya laki-laki, tetapi juga perempuan. Cara laki-laki dalam mengkritisi imam ialah mengucapkan kata Subhanallah dan perempuan dengan cara menepuk anggota badannya yang bisa kedengaran oleh imam.

Imam pun harus sensitif membaca isyarat makmumnya. Jika imam salah atau keliru dan para makmumnya juga lupa atau tidak tahu cara menyampaikan pembetulan terhadap imam, maka imam harus menutupi kesalahan dan kekeliruannya dengan cara sama-sama sujud sahwi , yaitu menambahkan sujud dua kali di bagian akhir shalat sebelum salam.

Imam tidak boleh semena-mena memimpin shalat. Suatu ketika Rasulullah memimpin shalat, salah satu sujudnya lama sekali, tidak seperti biasanya.

Seusai shalat, salah seorang sahabat bertanya, kenapa salah satu sujud kita tadi lama sekali.Rasulullah menjawab: Maaf, ketika sujud tadi cucu saya (Hasan dan Husain) menaiki punggung saya. Saya khawatir kalau saya bangun dari sujud ia terjatuh.(*)

Artikel Asli