Surabaya Kembali Menjadi Pemuncak Kasus Aktif di Jatim

Nasional | jawapos | Published at Minggu, 14 November 2021 - 00:26
Surabaya Kembali Menjadi Pemuncak Kasus Aktif di Jatim

JawaPos.com- Surabaya kembali menjadi pemuncak jumlah kasus aktif Covid-19 di Provinsi Jatim. Data terbaru yang diunggah Instagram (IG) resmi kominfojatim pada Sabtu (13/11), pukul 22.40 WIB, jumlah kasus aktif di Kota Pahlawan sebanyak 23 orang.

Di bawah Kota Surabaya adalah Kabupaten Malang ada sebanyak 20 kasus, Ngawi (17 kasus), Ponorogo (15 kasus), dan Tulungagung (14 kasus). Lalu, Kota Malang, Gresik, dan Banyuwangi masing-masing 13 kasus.

Kasus aktif di Surabaya meningkat lantaran jumlah warga yang baru terpapar virus korona ada sebanyak 21 orang. Tambahan kasus positif itu tercatat tertinggi sejak 6 Oktober 2021 lalu. Saat itu, tambahan kasus terkonfirmasi positif ada sebanyak 22 orang. Setelah itu, hanya bertambah di bawah 10 orang. Bahkan, beberapa kali tidak bertambah alias nol kasus.

Tambahan 21 kasus tersebut juga mencatatkan Surabaya sebagai penyumbang terbanyak di Jatim. Data pada Sabtu (13/11), total tambahan kasus positif dari 38 kabupaten/kota di Jatim ada sebanyak 49 orang dan sembuh 46 orang. Artinya, Surabaya menyumbang 42 persen sendiri jumlah kasus posotif baru.

Sejatinya, Surabaya dalam beberapa pekan ini sudah tidak menjadi pemuncak jumlah kasus aktif sejak awal Oktober 2021. Tertinggi kerap ditempati Kabupaten Malang. Bahkan, pada awal November lalu, kasus aktif tinggal menyisakan 4 orang.

Kasus aktif adalah warga yang masih terkonfirmasi positif Covid-19. Baik mereka yang menjalani perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri karena tanpa gejala. Kasus aktif itu didapat dari jumlah tambahan kasus positif harian dikurangi angka sembuh dan jumlah yang meninggal dunia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Surabaya Febria Rachmanita mengungkapkan, peningkatan kasus Covid-19 itu karena ada perjalanan dari luar daerah ke Surabaya. Ketika masuk ke Kota Surabaya, mereka dinyatakan positif Covid-19 dan dirawat di Surabaya.

Mereka dari perjalanan luar Kota Surabaya, tutur Feny, sapaan akrab Febria Rachmanita. Dia memastikan, kasus aktif baru itu bukan berasal dari klaster di Surabaya. Seperti klaster pendidikan atau pembelajaran tatap muka (PTM), tempat wisata maupun mal di Surabaya.

Sementara itu, capaian vaksinasi di Kota Surabaya terus bertambah signifikan. Data dari dashboard vaksin Kementerian Kesehatan RI sampai Sabtu (13/11), pukul 18.00 WIB, capaian vaksinasi untuk dosis pertama sudah menyasar sebanyak 2,58 juta orang (116,51 persen). Sedangkan vaksinasi dosis kedua mencapai 2,1 juta orang (93,98 persen).

Sesuai ketentuan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 57 Tahun 2021, Surabaya sudah termasuk dalam PPKM level 1. Kendati demikian, tampaknya masyarakat tidak boleh euforia berlebihan dengan tetap disiplin protokol kesehatan (prokes). Terutama dengan selalu mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Dengan begitu, tidak sampai terjadi gelombang ketiga.

Artikel Asli