Loading...
Loading…
Mesin Kapal Mati, 3 Nelayan Kendal Dikabarkan Hilang

Mesin Kapal Mati, 3 Nelayan Kendal Dikabarkan Hilang

Nasional | ayosemarang | Kamis, 14 Mei 2020 - 13:42

CEPIRING, AYOSEMARANG.COM -- Sebanyak 3 nelayan warga Desa Margorejo Kecamatan Cepiring Kendal dilaporkan hilang dan tidak kembali saat melaut di perairan Pantai Jomblom, sejak Rabu (13/05/2020). Ketiga nelayan tersebut diketahui bernama Sumanto (39), Sudarto (43) dan Teguh (31).

Upaya pencarian sudah dilakukan oleh TIM SAR BPBD Kendal, Polairud Polres Kendal, Basarnas Kantor Semarang dan nelayan setempat. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Sigit Sulistyo, mengatakan ketiga nelayan tersebut dikabarkan berangkat melaut pada, Rabu (13/5/2020) pukul 02.30 WIB.

Keberangkatannya guna memasang bubu untuk mencari rajungan.

"Laporan yang kami terima berangkat Rabu dini hari. Biasanya mendarat pada hari yang sama sore hari. Namun tidak terlihat mendarat," terang Sigit.

Tak kunjung mendarat hingga petang, warga dan keluarga melaporkannnya kepada pihak desa dan juga BPBD. Sejumlah upaya pencarian tim BPBD dengan melibatkan petugas Palang Merah Indonesia (PMI) juga perangkat desa dan beberapa warga setempat. Pencarian dimulai pukul 18.30 hingga 23.30 namun belum ditemukan tanda-tanda keberadaan 3 nelayan tersebut.

"Kendala ombak, situasi malam dan kita hentikan sementara," lanjutnya.

Pencarian pun dilanjutkan Kamis (14/05/2020) pagi dengan melibatkan Polairud Kabupaten Kendal dan Basarnas Semarang. Ketiganya berhasil ditemukan petugas gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dirpolairud, Palang Merah Indonesia (PMI), Basarnas, dan juga warga dalam keadaan sehat.

Ketiganya ditemukan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari sekiranya pukul 10.50 WIB.

"Jadi sejak Kamis pagi kita lanjutkan pencarian mulai pantai Sendang Sikucing. Dan berhasil menemukan tiga nelayan tersebut di tempat sandar TPI Sendang Sikucing dalam keadaan selamat," imbuhnya.

Perihal hilangnya nelayan tersebut, cerita Sigit, dikarenakan perahu yang dinaiki 3 nelayan itu mengalami mati mesin. Sementara tali V belt putus saat berada di peraiaran bagian tengah.

Perahu pun tak bisa melanjutkan perjalanan hingga datang perahu penolong.

"Nelayan tersebut ditemukan oleh nelayan lain mengendarai perahu Elbarca pada Kamis, 14 Mei 2020 pukul 08.00 WIB," ujarnya.

Perahu mati mesin kemudian ditarik oleh perahu lain hingga sampai di persandaran TPI Tawang. Lama penarikan membutuhkan waktu lebih dari 2 jam untuk menyelamatkan 3 nelayan tersebut.

"Alhamdulillah semua ketemu dalam keadaan selamat," terangnya.

Original Source

Topik Menarik