Kongres Pemuda Asia Afrika 2021 di Bandung akan Dihadiri Delegasi 63 Negara

Nasional | rmol.id | Published at Kamis, 11 November 2021 - 17:35
Kongres Pemuda Asia Afrika 2021 di Bandung akan Dihadiri Delegasi 63 Negara

RMOL.Persiapan Kongres Pemuda Asia Afrika atau Asian African Youth Government (AAYG) akan dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat pada 16-19 Desember 2021 semakin matang.

Ketua Panitia Kongres AAYG, Saddam Al Jihad menyampaikan, kongres dengan model hybrid ini akan dihadiri delegasi 63 negara. Rinciannya, delegasi pemuda dari 52 negara anggota AAYG serta 11 negara observer atau peninjau.

"Selain itu panitia juga mengundang narasumber tokoh nasional dan tokoh internasional untuk berdialektika dan berbagi pandangan, ide, dan gagasan bagaimana membangun kawasan Asia Afrika yang lebih baik ke depan," ujar Saddam dalam keterangannya, Kamis (11/11).

Saddam memaparkan, seluruh tim sudah bekerja dengan baik untuk memberikan yang terbaik kepada delegasi negara-negara yang akan berpartisipasi.

"Kami menyiapkan segala sesuatunya dengan optimal, dengan harapan penyelenggaraan kongres ini tidak hanya sukses dari sisi kepesertaan dengan menghadirkan delegasi asing, namun juga sukses secara konsep agar narasi yang terbangun dapat mencerahkan publik," terangnya.

Selain kelancaran acara, Saddam berharap resolusi yang nantinya akan disepakati akan menunjukkan peran sentral pemuda dalam mendukung pembangunan.

"Resolusi yang disepakati diharapkan dapat menggerakan seluruh potensi generasi muda Asia Afrika agar lebih semangat dan serius dalam membangun bangsanya," katanya.

Ditambahkan President OIC Youth Indonesia, Astrid Nadya Rizkyta, kongres ini akan membawa kembali ingatan sejarah. Bahwa, di tahun 1955 lalu para pemuda Asia dan Afrika pernah bersatu di Bandung melawan hegemoni dan kolonialisme bangsa-bangsa penjajah.

Adapun Kongres Asia Afrika 2021 ini akan membahas berbagai persoalan dan isu-isu hangat kontemporer kekinian.

Para pemuda Asia Afrika diharapkan menjadi garda terdepan dalam menyelesaikan berbagai kompleksitas permasalahan yang dihadapi masyarakat Asia Afrika dan dunia akibat dampak pandemi Covid-19. []

Artikel Asli