Geger Tanah Kantor Kejaksaan Negeri Kudus Meluas, Begini Penjelasannya

Nasional | limapagi.id | Published at Kamis, 11 November 2021 - 16:00
Geger Tanah Kantor Kejaksaan Negeri Kudus Meluas, Begini Penjelasannya

LIMAPAGI - Pengukuran ulang tanah Kantor Kejaksaan Negeri Kudus menghasilkan pertambahan luas sebanyak 37 meter. Anehnya, penambahan luas ini terjadi tanpa adanya pengurangan luas tanah di sekitarnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Kudus, Ardian mengatakan pengukuran ulang luas tanah Kantor Kejaksaan Negeri Kudus dilakukan pihaknya dilakukan Oktober lalu. Alasannya bangunan kantor tersebut memiliki bentuk yang cukup aneh.

"Bentuknya agak aneh. Bagian gebang timurnya agak mengerucut ke dalam. Lalu kami minta tolong BPN untuk melakukan pengukuran ulang. Soalnya pengukuran tanah terakhir dilalukan pada tahun 1980 lalu," jelasnya, Kamis, 11 November 2021.

Permohonan pengukuran ulang tanah Kantor Kejaksaan Negeri Kudus telah disetujui sejumlah instansi yang ada di sebelahnya. Seperti Kodim 0722/Kudus dan Kantor POS Kudus yang terletak di kanan-kiri bangunan berwarna putih itu.

Setalah dilakukan pengukuran oleh BPN, luasan tanah Kantor Kejaksaan Negeri Kudus terhitung mengalami penambahan luas. Penambahan ini terjadi tanpa adanya pengurangan luas tanah di sekitarnya.

"Hasil pengukuran tahun 1980 itu luasan tanahanya 2.890 meter persegi. Sedangkan hasil pengukuran yang dilakukan BPN Oktober lalu, luas tanahnya tercatat 3.017 meter persegi. Ada penambahan luas 37 meter persegi," tuturnya.

Terpisah, Kepala BPN, Pratomo Adi Wibowo mengatakan pertambahan luas tanah ini semacam ini merupakan hal yang biasa. Kasus ini kerap terjadi, tidak hanya dialami Kantor Kejaksaan Negeri Kudus saja.

"Mungkin faktor human error. Dulu tahun 1980 ngukurnya masih pakai cara manual. Alat yang digunakan namanya Taken Scale alatnya semacam jangka. Kalau sekarang kita ngukurnya pakai Autocad, jadi hasil perhitungannya lebih akurat," tandasnya.

Prabowo mengatakan, masyarakat Kudus diimbau jika merasa ragu dengan batasan tanahnya bisa mengajukan penghitungan ulang ke BPN Kudus. "Untuk tarifnya murah, tergantung luasan tanah," pungkasnya.

Artikel Asli