Disdik Tangsel Catat Penambahan 180 Sekolah Ikut PTM

Nasional | republika | Published at Kamis, 11 November 2021 - 16:40
Disdik Tangsel Catat Penambahan 180 Sekolah Ikut PTM

REPUBLIKA.CO.ID, CIPUTAT -- Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat ada penambahan sebanyak 180 sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Data tersebut menunjukkan jumlah sekolah di Tangsel yang melaksanakan PTM berjumlah 865 sekolah dari sebelumnya sebanyak 685 sekolah pada PTM perdana 6 September 2021.

"Data per 6 November 2021 (dua bulan sejak PTM digelar) ada tambahan 180 sekolah yang melaksanakan PTM terbatas. Semua jenjang pendidikan dengan hasil verifikasi dan dengan prokes yang ketat," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel Taryono melalui pesan singkat, Kamis (11/11).

Perinciannya, ada penambahan sekolah jenjang taman kanak-kanak (TK) sebanyak 127 sekolah menjadi 335 sekolah dari sebelumnya pada PTM perdana sebanyak 208 sekolah. Jenjang sekolah dasar (SD) bertambah 15 sekolah menjadi 324 sekolah dari sebelumnya sebanyak 309 sekolah.

Lalu, jenjang sekolah menengah pertama (SMP) ada penambahan sebanyak 23 sekolah menjadi 191 sekolah dari sebelumnya 168 sekolah. Sementara untuk jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) tercatat ada 13 sekolah yang menggelar PTM terbatas.

Dindik Kota Tangsel juga mencatat adanya satu pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) serta satu lembaga kursus dan pelatikan (LKP) yang menggelar PTM terbatas. "Jumlah sekolah yang gelar PTM terbatas di Kota Tangsel 865 sekolah," tuturnya.

Ratusan sekolah tersebut, kata Taryono telah mengisi daftar pokok pendidikan (dapodik) dan telah terverifikasi oleh Dinas Pendidikan Kota Tangsel dan Dinas Kesehatan Kota Tangsel. Sehingga diizinkan untuk menggelar PTM terbatas.

Taryono menegaskan, sekolah di Tangsel yang menggelar PTM terbatas diwajibkan menjalankan protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat dan konsisten. Selain itu juga memaksimalkan peran satuan tugas Covid-19 di setiap sekolah.

"Maksimalkan tugas wali kelas untuk mendeteksi dini sebelum anak datang ke sekolah. Juga koordinasi dan kolaborasi dengan puskesmas terdekat dan pimpinan wilayah (RT, RW, kelurahan) serta dengan orang tua siswa," terangnya.

Artikel Asli