Sama-Sama Makan Nasi, Jokowi Tak Ingin Rakyat Punya Mental Inferior

Nasional | jawapos | Published at Kamis, 11 November 2021 - 16:29
Sama-Sama Makan Nasi, Jokowi Tak Ingin Rakyat Punya Mental Inferior

JawaPos.com Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan tidak ingin masyarakat Indonesia memiliki mental inferior atau rendah diri terhadap bangsa lain.

Menurut Presiden Jokowi, contoh kecilnya ketika warga Indonesia sangat antusias saat bertemu dengan warga negara asing.

Saya tidak ingin mental inferior, mental inlander , mental terjajah ini masih ada yang bercokol di dalam mentalitas bangsa kita. Ketemu bule saja kayak ketemu siapa gitu. Sedih kita. Kita kadang-kadang terlalu mendongak kayak gini. Wong sama-sama makan nasi juga, ujar Jokowi dalam HUT Partai Nasdem ke-10 di Jakarta, Kamis (11/11).

Jokowi menduga adanya mental inferior itu lantaran Indonesia sudah terlalu lama dijajah bangsa lain. Presiden Jokowi menginginkan mental tersebut segera diubah.

Memang kita juga sadar bahwa kita telah 350 tahun dijajah. Sehingga kadang-kadang saya berpikir apakah terjajah terlalu panjang ini memunculkan sebuah DNA yang tadi saya sampaikan, kata Jokowi.

Jangan-jangan kita memiliki mental inlander , mental terjajah, mental inferior gara-gara DNA yang diturunkan karena 350 tahun kita terjajah, tambah dia.

Karena itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengajak semua pihak untuk membangun rasa percaya diri dan optimisme. Seperti halnya tagline Partai Nasdem yakni restorasi Indonesia.

Mental seperti itu jangan dipelihara. Karena sekali lagi kita harus ingat kita memiliki banyak penggalan sejarah kejayaan dari pendahulu-pendahulu kita dan sekali lagi kemerdekaan Republik Indonesia ini bukan hasil dari pemberian tetapi hasil dari sebuah perjuangan panjang, tutur Jokowi.

Namun demikian, Presiden Jokowi meminta Indonesia tidak lupa pada warisan-warisan sejarah. Nilai-nilai budi perkerti yang luhur harus terus diturunkan kepada generasi muda.

Jangan sampai kita kehilangan ajaran budi itu, ajaran budi pekerti itu sehingga kita bisa mewarisi kearifan-kearifan lokal untuk mengelola kehidupan kita secara baik, ada seni dan budaya yang kita miliki yang sangat beragam, ucap Jokowi.

Artikel Asli