Polri Punya 3 Jenderal Bintang Dua Baru, Ini Profilnya

Nasional | sindonews | Published at Kamis, 11 November 2021 - 15:57
Polri Punya 3 Jenderal Bintang Dua Baru, Ini Profilnya

JAKARTA - Sebanyak 11 Perwira Tinggi (Pati) Polri mendapatkan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dari Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Tiga di antaranya mendapat kenaikan pangkat dari Brigjen menjadi Irjen.

Ketiga Pati yang mendapat kenaikan pangkat menjadi bintang dua adalah Irjen Pol Charles Bonardo Sadatua Nasution, Irjen Pol Ibnu Suhendra, dan Irjen Pol Helmy Santika. Berikut ini perjalanan karier ketiganya di Korps Bhayangkara:

1. Irjen Pol Charles Bonardo Sadatua Nasution

Pria kelahiran Desember 1963 ini adalah seorang Pati Polri yang sejak 31 Oktober 2021 mengemban amanat sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Lulusan Akpol 1987 ini berpengalaman dalam bidang intel. Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini ini adalah Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri.

Charles memegang tongkat komando menjadi Kapolres Tapanuli Tengah, kemudian pada 2005 naik menjadi Pamen Polda Sumut. Charles kemudian dipercaya mengisi posisi Irbidops Itwasda Polda Sumut dan naik menjadi Dir Samapta Polda Sumut pada 2010.

Setahun berselang, Charles mengisi posisi Kaprodi S1 Adminpol Ditprog Sarjana STIK Lemdikpol pada 2011. Pada 2015, Charles kembali ditarik ke Sumut menjadi Karoops Polda Sumut.

Di tahun 2016, Charles ditarik menjadi Irbidjemenopsnal II Itwil III Itwasum Polri dan kemudian menjadi Wadirpamobvit Baharkam Polri. Kariernya terus meningkat dengan menduduki posisi Wakapolda Maluku Utara pada 2017.

Dari Maluku Utara, Charles kemudian ditarik menjadi Tenaga Ahli Pengajar Madya bidang Hukum dan HAM Lemhanas pada 2018. Tak lama berselang ditunjuk mengisi posisi Analis Kebijakan Utama bidang Kamneg Baintelkam Polri.

Pada 2019, Charles digeser kembali menjadi Wakapolda Jambi dan Analis Kebijakan Utama Bidang Sabhara Baharkam Polri di tahun yang sama.

2. Irjen Pol Ibnu Suhendra

Pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur ini adalah seorang Pati Polri yang menjabat sebagai Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT RI.

Ibnu, lulusan Akpol 1993 ini berpengalaman dalam bidang Reserse. Jabatan terakhir jenderal bintang 2 ini adalah Analis Kebijakan Utama Bidang Intelijen Densus 88 AT Polri.

Dalam penugasannya, Irjen Ibnu banyak berurusan dengan kasus terorisme di Tanah Air. Dia tercatat ikut menangani kasus-kasus besar seperti Bom Bali II (2005), Operasi penegakan hukum di Poso (2006-2007, 2010, 2012, 2013), Operasi penegakan hukum dr Azhari Batu Malang (2005), Operasi penegakan hukum Nurdin M Top (2009), Operasi penegakan hukum di Medan, perampokan Bank CIMB (2010).

Selanjutnya Operasi penegakan hukum bom bunuh diri di Polres Cirebon (2011), Operasi Comodo 2012 menangkap pengedar 1,5 juta butir exstasi, Fredy Budiman di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta (2012), Operasi penegakan hukum kelompok Mujahidin Indonesia Timur, Abu Roban di Batang dan Kebumen (2013), Operasi penegakan hukum bom bunuh diri di Polres Poso (2013), Operasi penegakan hukum jaringan teroris Nurulhaq, pembunuhan polisi di Jakarta, bom Vihara Ekayana, bom Polsek Raja Polah (2013).

Irjen Ibnu juga bertugas dalam Operasi penegakan hukum Bom Thamrin dan penembak jalanan, Jakarta (2016), Operasi penegakan hukum rencana penembakan dan pengeboman mal, Surabaya (2016). Operasi penegakan hukum bom bunuh diri Polres Solo (2016), Operasi penegakan hukum rencana Bom Istana Negara (2016). Operasi penegakan hukum Bom Cicendo di Bandung (2017), Operasi penegakan hukum bom bunuh diri Kampung Melayu di Jakarta (2017), Operasi penegakan hukum rencana bom radio active di Bandung (2017), dan Operasi penegakan hukum bom gereja di Surabaya (2018).

3. Irjen Helmy Santika

Lahir 20 Desember 1971, Irjen Helmy adalah seorang Pati Polri yang sejak 31 Oktober 2021 menjabat sebagai Staf Ahli Manajemen (Sahlijemen) Kapolri.

Helmy, lulusan Akpol 1993 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Dirtipideksus Bareskrim Polri.

Dia mengawali karirnya menjadi Pama Polda Metro Jaya pada 1993. Dia kemudian ditunjuk mengisi posisi Wakapolsek Setiabudi pada 1997-1999.

Tahun 2001, Helmy dipercaya menjadi Kapuskodalops Polres Gianyar dan Kapolsek Kota Denpasar. Pada 2003, dia ditarik ke Jakarta menjadi Kanit II/Psikotropika Polda Metro Jaya dan menjadi Kapolsek Metro Kebayoran Lama pada 2005-2006.

Setahun berselang, Helmy kemudian ditunjuk menjadi Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan dan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan. Dua tahun berselang pada 2010, Helmy ditunjuk menjadi Kasubdit Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya dam Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada 2011-2013.

Pada 2013-2014, Helmy memegang tongkat komando Kapolres Lampung Utara. Hanya setahun bertahan di Lampung, dia kemudian ditarik menjadi Wadirreskrimum Polda Banten.

Dari Banten, dia kemudian ditarik menjadi Kasubdit I Dittipideksus Bareskrim Polri pada 2015-2016. Hemly kemudian melanjukan karirnya menjadi Kapolresta Barelang pada 2016-2017.

Di tahun 2017, Helmy ditunjuk menjadi Dirresnarkoba Polda Kepri, Analis Kebijakan Madya bidang Pideksus Bareskrim Polri (2017-2019), dan Wadirtipideksus Bareskrim Polri (2019-2020).

Artikel Asli