KPK Resmi Tahan Pegawai Pajak Dalam Kasus Dugaan Suap

Nasional | jawapos | Published at Kamis, 11 November 2021 - 16:18
KPK Resmi Tahan Pegawai Pajak Dalam Kasus Dugaan Suap

JawaPos.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahanKepala Bidang Pedaftaran, Ekstensifikasi dan Penilaian Kanwil DJP Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbartra), Wawan Ridwan. Dia merupakan tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan perpajakan di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan.

Wawan Ridwan ditahan setelah tim penyidik KPK melakukan upaya paksa penangkapan di Sulawesi Selatan pada Rabu (10/11).Penangkapan dilakukan guna mempercepat proses penyidikan. KPK menilai dalam proses penyelesaian penyidikan perkara dugaan pajak, tersangka Wawan Ridwan tidakkooperatif.

Tim penyidik melakukan upaya paksa penahanan pertama untuk 20 hari ke depan terhitung 1130 November di Rutan KPK di Pomdam Jaya Guntur, kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (11/11).

Dalam penyidikan itu, lembaga antirasuah juga menetapkan Alfred Simanjuntak selaku ketua tim pemeriksa di DirektoratPemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak sebagai tersangka. Saat ini, dia menjabat fungsional pemeriksa pajak Kanwil DJP Jawa Barat II.

Ghufron menjelaskan, Wawan Ridwan selaku supervisor tim pemeriksa pajak Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan di Direktorat Jenderal Pajak bersama-sama dengan Alfred Simanjuntak atas perintah dan arahan khusus dari Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani, melakukan pemeriksaan perpajakan untuk tiga wajib pajak. Yakni PT Gunung Madu Plantations (GMP) untuk tahun pajak 2016, PT Bank Pan Indonesia (Panin) untuk tahun pajak 2016, dan PT Jhonlin Baratama untuk tahun pajak 2016 dan 2017.

Dalam proses pemeriksaan tiga wajib pajak tersebut, diduga ada kesepakatan pemberian sejumlah uang agar nilai penghitungan pajak tidak sebagaimana mestinya. Tentunya ini memenuhi keinginan dari para wajib pajak dimaksud, ucap Ghufron.

Dia menyampaikan, dalam hasil pemeriksaan pajak yang telah diatur dan dihitung sedemikian rupa, Wawan Ridwan dan Alfred Simanjuntak diduga telah menerima uang. selanjutnya uang itu diteruskan kepada Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani.

Ghufron menyebut, pada JanuariFebruari 2018 dengan jumlah keseluruhan Rp 15 miliardiserahkan Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi sebagai perwakilan PT GMP. Kemudian, pada pertengahan 2018 sebesar SGD 500 ribu yang diserahkan Veronika Lindawati sebagai perwakilan PT Bank Panin Tbk dari total komitmen sebesar Rp 25 miliar.Selanjutnya sekitar JuliSeptember sebesar total SGD 3 juta diserahkan Agus Susetyo sebagai perwakilan PT Jhonlin Baratama.

Menurutnya, dari total penerimaan tersebut, tersangka Wawan Ridwan diduga menerima jatah pembagian sejumlah sekitar sebesar SGD 625.000. Selain itu, diduga tersangka Wawan Ridwan juga menerima sejumlah uang dari beberapa wajib pajak lain yang diduga sebagai gratifikasi yang jumlahnya hingga saat ini masih terus didalami.

Tim penyidik KPK telah menyita tanah dan bangunan milik tersangka Wawan Ridwan di Kota Bandung yang diduga diperoleh dari penerimaan-penerimaan uang suap dan gratifikasi terkait pemeriksaan pajak, tegas Ghufron.

Mereka disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubahdengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dan pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Artikel Asli