Serapan APBD 2021 Pemkab Jember Rendah

Nasional | jatimtimes.com | Published at Kamis, 11 November 2021 - 16:08
Serapan APBD 2021 Pemkab Jember Rendah

JATIMTIMES Serapan APBD 2021 Pemkab Jember kurang maksimal. Bahkan hampir seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) belum maksimal dalam membelanjakan anggaran yang ada.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Jember Dedy Dwi Setiawan. Hampir seluruh OPD serapan anggarannya tahun ini minim. Ditambah lagi pembahasan R-APBD yang terlambat beberapa waktu lalu, membuat Jember kembali menggunakan perkada pada tahun 2021, ujar Dedy Kamis (11/11/2021) saat ditemui di sela-sela acara 1 dekade Partai Nasdem DPD Kabupaten Jember.

Dedy menjelaskan, meski serapan anggaran saat ini minim dan berpotensi terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan (silpa), pihaknya berharap Pemkab Jember memaksimalkan sisa waktu yang tinggal dua bulan ini, terutama dalam proyek infrastruktur peningkatan jalan yang menggunakan multiyears.

Memang proyek Infrastruktur yang menggunakan tahun jamak atau multiyears tidak terpengaruh dnegan perkada. Namun tetap harus sesuai dengan aturan. Jangan sampai proyek yang direncanakan pengerjaanya tahun ini, tapi dikerjakan tahun berikutnya, terlebih dalam sistem administrasi, sehingga menyalahi aturan, ujar Dedy.

Dedy tidak memungkiri dengan cuaca yang tidak menentu seperti saat ini, terlebih curah hujan yang tinggi, banyak proyek yang tidak bisa diselesaikan secara maksimal. Namun adminsitrasi pertanggung jawabannya diselesaikan pada tahun ini.

Jangan sampai karena pekerjaan yang molor, yang seharusnya selesai pada bulan ini dikerjakan tahun depan. Terus administrasinya juga ditunda. Ini bisa menyalahi aturan karena lompat tahun sistem administrasinya, jelas Dedy.

Persoalan rendahnya serapan anggaran ini juga pernah ditanyakan sejumlah fraksi dalam rapat paripurna pandangan fraksi-fraksi menanggapi nota pengantar R-APBD 2022. Sejumlah fraksi menilai rendahnya serapan anggaran disebabkan beberapa dinas yang masih diisi oleh pelaksana tugas (plt) sehingga kurang efektif.

Menanggapi hal ini, dalam kesempatan tersebut, bupati Jember mengakui penyebab rendahnya serapan anggaran minim karena bawahannya kerja kurag optimal. Kami sudah diingatkan oleh teman-teman fraksi, agar birokrasi lebih cepat bisa berlari, dan lebih terukur pencapaiannya, namun untuk tahun kedua nanti di APBD 2022 tidak ada alasan lagi bagi OPD yang rendah serapannya, pungkas bupati.

Artikel Asli