Buruh Minta UMP DKI 2022 Rp4,8 Juta, Ini Respons Wagub Riza Patria

Nasional | limapagi.id | Published at Kamis, 11 November 2021 - 15:23
Buruh Minta UMP DKI 2022 Rp4,8 Juta, Ini Respons Wagub Riza Patria

LIMAPAGI - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan bakal berupaya mencari solusi terbaik, dalam menanggapi tuntutan buruh yangmeminta upah minimum provinsi (UMP) 2022 menjadi Rp4,8 juta.

Namun demikian, ia meminta buruh untukrealistis dalam melihat kondisi saat ini, terlebih Indonesia masih belum terbebas dari pandemi Covid-19.

"Peningkatan UMP akan kita upayakan meningkat, namun angkanya mungkin belum sesuai dengan harapan kita bersama," tulis Riza di akun Instagram pribadinya @arizapatria, Kamis, 11 November 2021.

Politikus Partai Gerindra ini menuturkan, sejatinya tak hanya para buruh, tapi juga semua pihak menginginkan adanya kenaikan untuk UMP 2022, termasuk juga di jajaran Pemprov DKI.

Riza menyebut, dengan kenaikan upah pekerja maka secara otomatis dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendongkrak perekonomian.

"Tidak hanya buruh, tapi di Pemprov juga berkeinginan agar UMP setiap tahun ada peningkatan, begitu juga pihak swasta juga tentu ingin ada peningkatan, karena itu bagian dari peningkatan kesejahteraan," ujar dia.

Namun demikian Riza mengingatkan, imbas pandemi membuat roda perekonomian tersendat. Dampak yang terjadi dirasakan secara merata oleh setiap lapisan masyarakat. Meski begitu, ia menyatakan pihaknya akan selalu mencermati tuntutan para buruh.

"Tapi yang pasti kami akan terus mengupayakan yang terbaik," kata Riza.

Sebelumnya, serikat buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta kenaikan UMP DKI Jakarta 2022 menjadi Rp4,8 juta.

Ketua KSPI DKI Jakarta, Winarso menyebut,untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari UMP di DKI Jakarta idealnya mengalami kenaikan 7-10 persen menjadi Rp5,3 juta.

"Kenapa 7-10 persen, angka itu muncul karena memang sudah kita kalkulasi tentang proyeksi kebutuhan hidup pokok dari pekerja di tahun 2022 sebesar 10 persen," katanya, Rabu, 10 November 2021.

Namun demikian, kata Winarso, mengingat keadaan dunia usaha yang memang belum pulih akibat pandemi Covid-19, mereka akhirnya memberi batas bawah kenaikan UMP DKI 2022 di angka 7 persen menjadi sekitar Rp4,8 juta.

Artikel Asli