Sandiaga Uno Percepat Pembangunan Kereta Gantung Di Kawasan Danau Toba

Nasional | rm.id | Published at Kamis, 11 November 2021 - 15:17
Sandiaga Uno Percepat Pembangunan Kereta Gantung Di Kawasan Danau Toba

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan kerja ke kawasan Danau Toba, Sumatra Utara. Dia menyaksikan kondisi pariwisata di kawasan Danau Toba sudah lebih baik.

Untuk mendukung pemulihan ekonomi wisata di Danau Toba, pemerintah membuka pintu seluas-luasnya bagi para investor untuk menanamkan modal dalam bisnis pariwisata di tempat ini.

"Ini merupakan langkah untuk mempercepat pengembangan destinasi super prioritas, melihat perubahan yang signifikan dari Kaldera Toba ini," ujar Sandi, saat mengunjungi Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Sumatra Utara, Rabu (10/11).

Sandi memuji warga desa dalam membangun kegiatan ekonomi kreatif berupa pengolahan sampah dan sumber air.

Dia juga antusias lantaran pembangunan kereta gantung di tempat itu akan segera rampung dan menjadi ikon baru Danau Toba.

"Kita optimis rencana untuk pembangunan kereta gantung akan rampung di awal tahun," tutur eks wagub DKI Jakarta itu.

Sandi berjanji bakal mempercepat proses tender proyek kereta gantung sehingga bisa beroperasi pada 18-24 bulan mendatang.

Pembangunan kereta gantung, lanjut Sandi, tidak hanya dimaksudkan menjadi ikon baru. Namun merupakan salah satu upaya mewujudkan alat transportasi yang ramah lingkungan.

Tak ketinggalan, kereta gantung juga diharapkan memperindah pesona di Danau Toba. "Kereta gantung ini akan menambah atraksi di Danau Toba," imbuhnya.

Dengan segala perkembangannya, Sandi meyakinkan para investor agar tidak segan-segan menanamkan modalnya di Danau Toba.

Dia menjelaskan, pemerintah menerapkan skema public private partnership dalam pengembangan pariwisata di kawasan ini. Sehingga, pengembangannya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Sejauh ini, dituturkannya, sejumlah investor sudah tertarik menanamkan modalnya. Di antaranya berasal dari China. Selain itu, terdapat sejumlah pengusaha yang sudah tidak asing lagi. Salah satunya, produser film dalam negeri Raam Punjabi.

Kemudian ada Tiger yang akan bekerjasama dengan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dalam pembangunan eco tourism di Kaldera Danau Toba. Lalu, Labersa Group, yang akan membangun hotel dengan kapasitas kamar hingga 300 unit.

"Jadi saya ingin mengajak kepada semua pihak bahwa investasi di sini berdampak langsung kepada masyarakat," tandas Sandi. [OKT]

Artikel Asli