Klarifikasi Bea Cukai dan MGPA Soal Pembongkaran Logistik Ducati WSBK

Nasional | jawapos | Published at Kamis, 11 November 2021 - 15:20
Klarifikasi Bea Cukai dan MGPA Soal Pembongkaran Logistik Ducati WSBK

JawaPos.com Klarifikasi datang dari pihak bea cukai Mataram terkait video yang beredar di dunia maya berisi pembongkaran secara ilegal kargo tim Ducati yang berisi motor Panigale V4R tunggangan pembalap Michael Rinaldi menjelang digelarnya WSBK Mandalika.

Menurut bea cukai, pembongkaran tersebut bersifat resmi dan sudah sesuai dengan UU yang berlaku.

Memang, pembongkaran tidak dilakukan di bandara, melainkan di Sirkuit Mandalika. Menurut pihak bea cukai hal itu diperbolehkan atas permintaan importir.

Dalam unggahan Instagram @beacukaimataram sejumlah foto menunjukkan proses pembongkaran logistik sejumlah motor yang akan digunakan untuk balapan seri terakhir WSBK di Sirkuit Mandalika 19-21 November.

Pembongkaran pun disaksikan langsung oleh importir. Karena mereka yang mempersiapkan barang-barang yang akan diperiksa.

Perlu kami jelaskan bahwa dokumentasi di medsos sebagai bagian dari edukasi dan bentuk tanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas, serta kami upayakan tidak mengandung informasi yang sensitif, tulis pernyataan resmi Humas Bea Cukai Mataram mengenai video-video yang diunggah akun instagram @beacukaimataram selama proses penurunan logistik WSBK.

Direktur Utama MGPA Ricky Baheramsjah juga memberikan klarifikasi. Pemeriksaan kargo logistik dilakukan sesuai aturan, telah mendapat ijin dan didampingi pihak Dorna selama proses berlangsung,

IG Bea Cukai Mataram

Keterlibatan pihak Freight Forwarder mendapat izin dari Dorna Sport dan Bea Cukai untuk membuka peti dan memeriksa karena perlu mengambil nomor sasis,

Untuk itu, mereka mendapat izin khusus dari Dorna Sport untuk membuka peti untuk memeriksa isi kargo. ujarnya dalam rilis resmi.

Ricky, kami menyayangkan adanya pihak yang tidak bertanggung jawab telah mendekati motor, mengambil video tanpa izin, dan memublikasikannya sehingga menimbulkan keresahan dan kesalahpahaman di antara pelaku industri balap motor.

Kami meminta maaf kepada pecinta balap motor tanah air dan internasional atas insiden yang terjadi. Saya pribadi telah mendiskusikan ini dengan Dorna dan meminta maaf dua hari lalu dan mereka dapat mengerti, tambah Ricky.

Sayangnya, tidak disebutkan pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Saya juga menawarkan untuk berbicara dengan Ducati untuk menjelaskan apa yang terjadi, paparnya.

Sebagai tindak lanjut, MGPA memastikan akan memberlakukan pembatasan jumlah orang yang diizinkan masuk dan keluar Pitlane selama proses pemeriksaan.

Sebelumnya situs motorsport Jerman Speedweek melansir bahwa mereka menerima video dari seorang kontributor lokal yang isinya rekaman seorang staf panitia membongkar kargo milik Ducati dan mengutak-atik motor milik rider Michael Rinaldi.

Di setiap balapan, kargo logistik tim peserta balapan hanya boleh dibuka oleh otoritas kepabeanan negara setempat untuk dicek legalitas isinya.

Kemudian hanya oleh pemilik kargo untuk mencegah spionase dan manipulasi dari pihak yang tidak bertanggung jawag. Misalnya dari tim lain.

Memang, sebagian besar kru dan staf tim-tim WSBK belum tiba di Indonesia.

Mereka baru dijadwalkan tiba pada Minggu atau Senin depan. Sebab mereka juga harus menjalani karantina selama dua hari.

Meski begitu, sejumlah perwakilan Dorna sudah tiba di lokasi karena Sirkuit Mandalika juga akan menjadi tuan rumah Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) pada 19-21 November.

Kami meminta maaf sebesar-besarnya atas terjadinya insiden yang di luar kontrol kami. Pekerja yang membuka kargo tersebut sudah dipecat, ujar Direktur Eksekutif SBK Gregorio Lavilla, dikutip dari Speedweek.

Bos Ducati Paolo Ciabbati juga murka mengetahui terjadinya kasus tersebut, Menurutnya, kejadian seperti ini disebut sebagai kemunduran dalam penyelenggaraan WSBK yang dilangsungkan di negara-negara dunia ketiga, selama empat dasawarsa terakhir.

Artikel Asli