Data Dampak Bencana Hidrometeorologi yang Melanda Yogyakarta

Nasional | limapagi.id | Published at Kamis, 11 November 2021 - 14:05
Data Dampak Bencana Hidrometeorologi yang Melanda Yogyakarta

LIMAPAGI - Hujan deras yang mengguyur Yogyakarta sejak dini hari hingga pagi tadi, berdampak pada bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang. Dilaporkan sejumlah warga terluka akibat longsor maupun tertimpa pohon tumbang.

Berikut laporan dari relawan dari Pusadalops BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta terkait dampak hidrometeorologi pada Kamis, 11 November 2021 pukul 11.30 WIB:

1. Kabupaten Gunungkidul, terdapat 11 dampak kejadian yang terdiri dari sembilan titik tanah longsor (mengakibatkan 5 talut ambrol dan 1 titik saluran irigasi), satu bangunan dan satu titik jaringan listrik roboh. Prakiraan nominal kerusakan Rp12 juta.

2. Kabupaten Bantul, terdapat enam dampak kejadian, yakni satu titik longsor, empat titik pohon tumbang dan air menggenangi satu kandang ternak,

3. Kota Yogyakarta, terdapat satu dampak kejadian berupa tanah longsor yang mengakibatkan satu rumah rusak sedang dan satu korban rujuk Rumah Sakit Pantirapih.

4. Kabupaten Sleman, terdapat satu dampak kejadian berupa satu titik pohon tumbang menimpa empat orang luka ringan di rujuk RS. Sardjito dan dua sepeda motor.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan, ada beberapa pohon tumbang. Salah satunya di Jalan Teknika Universitas Gadjah Mada (UGM). Pohon ketepeng yang tumbang menimpa empat orang pengendara sepeda motor dan menutup akses jalan. "Korban terluka dirawat di RSUP Sardjito sedangkan pohon yang tumbang sudah terkondisi, katanya, Kamis, 11 November 2021.

Sementara BPBD Sleman melaporkan talut longsor terjadi Padukuhan Gedang, Kalurahan Sambirejo, Prambanan. Satu rumah warga tertimpa hingga mengakibatkan kerusakan. "Selain menyebabkan satu rumah rusak, longsoran talud di Gebang, Prambanan juga mengancam tiga rumah lain," katanya.

Pascakejadian, warga bersama dengan relawan dan TRC BPBD Sleman melakukan assesment. Mereka menyingkirkan material longsoran agar tidak mengancam. Warga diminta untuk waspada dan selalu memperhatikan lokasi karena tanah masih labil.

Artikel Asli