Banding Ditolak, Hukuman Edhy Prabowo Diperberat Jadi 9 Tahun Penjara

Nasional | limapagi.id | Published at Kamis, 11 November 2021 - 13:10
Banding Ditolak, Hukuman Edhy Prabowo Diperberat Jadi 9 Tahun Penjara

LIMAPAGI - Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta melolak banding yang diajukan eks Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo, terkait vonis 5 tahun penjara atas kasus suap izin ekspor benih bening lobster (BBL) atau benur.

Dia sebelumnya divonis 5 tahun penjara dan denda Rp400 juta subsider 6 bulan kurungan, karena terbukti menerima suap sebesar Rp27,75 miliar.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 9 tahun dan denda sebesar Rp400 juta, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan," demikian bunyi putusan PT DKI Jakarta dikutip dari laman resminya, Kamis, 11 November 2021.

Selain itu, hak politik Edhy dicabut selama 3 tahun dan membayar uang pengganti sebesar Rp9.687.447.219 dan USD 77.000. Untuk diketahui, USD 77.000 setara Rp1,1 miliar. Ini berarti, Edhy harus membayar uang pengganti sebesar Rp10,7 miliar.

Apabila Edhy tak bisa membayar uang pengganti tersebut dalam kurun 1 bulan sejak putusan dinyatakan inkrah, maka hartanya akan dirampas negara. Jika hartanya tak juga cukup, maka diganti dengan hukuman penjara tambahan selama 3 tahun.

"Terdakwa telah merusak tatanan kerja yang selama ini ada, berlaku, dan terpelihara dengan baik. Terdakwa telah menabrak aturan atau tatanan prosedur yang ada di kementeriannya sendiri," ucap majelis yang beranggotakan M Lutfi, Singgih Budi Prakoso, Reny Halida Ilham Malik, dan Anthon Saragih.

Sebelumnya, Edhy Prabowo mengaku kecewa atas vonis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Ia pun menyatakan pikir-pikir terhadap putusan tersebut.

"Saya sedih hasil ini tidak sesuai dengan fakta persidangan. Tapi ya, inilah proses peradilan di kita. Saya akan terus melakukan proses, tapi kasih saya waktu berpikir," ujar Edhy di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Juli 2021.

Dalam kasus ini, Edhy Prabowo dinyatakan menerima suap dari dua sfaf khususnya, yakni Andreau Misanta Pribadi dan Safri, Amiril Mukminin selaku sekretaris pribadi Edhy, Ainul Faqih selaku sekretaris pribadi istri Edhy, Iis Rosita Dewi, dan Siswadhi Pranoto Loe selaku pemilik PT Aero Cipta Kargo.

Artikel Asli