AIIS 2021 Resmi Dibuka, Dorong Indonesia Masuki Era Kecerdasan Artifisial

Nasional | limapagi.id | Published at Kamis, 11 November 2021 - 12:15
AIIS 2021 Resmi Dibuka, Dorong Indonesia Masuki Era Kecerdasan Artifisial

LIMAPAGI - Berbagai negara telah memasuki era Artificial intelligence (AI). Kini, giliran Indonesia mulai menghadirkan teknologi tersebut untuk kemajuan berbagai sektor.

Oleh karena itu, pemerintah resmi membuka Artificial Intelligence Innovation Summit 2021 (AIIS 2021) yang berlangsung secara virtual mulai 10-13 November 2021.

AIIS 2021 merupakan kegiatan konferensi dan pameran yang menampilkan perkembangan terkini dan pemanfaatan teknologi (KA) di Indonesia.

Selain itu, AIIS juga menjadi ajang unjuk kemampuan komponen bangsa Indonesia pada masyarakat global dalam mengembangkan teknologi KA serta berbagai produk inovasi di berbagai bidang.

Perhelatan ini diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi (OR PPT) bersama Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (Korika).

Kepala OR PPT, Dadan M. Nurjaman, mengatakan, peran OR PPT sebelumnya merupakan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), akan menjadi katalisator penerapan Kecerdasan Artifisial (KA) di Indonesia.

"Keberhasilan implementasi KA membutuhkan kolaborasi yang sinergis dan berkesinambungan dari semua komponen quadhelix yang terdiri dari pemerintah, akademisi, industri, dan komunitas."

"Kolaborasi ini hanya dapat diwujudkan dan dikendalikan oleh satu orkestrator untuk menjembatani Perpres Stranas KA dan organisasi orkestrator yang dipercayakan," ujar Dadan.

Dengan menghadirkan Stranas KA, Indonesia akan memasuki era pemanfaatan AI untuk pemerintahan, layanan publik, layanan keuangan, kesehatan, pendidikan, pertanian, pertahanan, transportasi, maritim hingga perikanan.

Stranas KA fokus pada empat area akan memiliki korelasi yang kuat dengan tata kelola riset di Indonesia, termasuk, penyiapan etika, pengembangan talenta, pembangunan dan penyiapan infrastruktur dataset, serta pembangunan sistem kolaborasi.

Oleh karena itu, pada 2020, BPPT membentuk tim Perumusan Stranas Kecerdasan Artifisial yang terdiri dari berbagai unsur quadhelix. Tim ini berhasil menyusun Buku Stanas Kecerdasan Artifisial 2020 2045, dirilis pada 10 Agustus 2020.

Lebih lanjut untuk mengimplentasikan program-program inisiatif penting, di tahap awal peta jalan Stranas KA, pada awal Maret 2021 dibentuk Pusat Inovasi Kecerdasaan Artifisial (PIKA).

Salah satu kegiatan utamanya adalah membentuk lembaga orkestrator, KORIKA, yang berperan mengawal implemantasi KA menuju Indonesia Emas 2045. Dengan demikian, KA diyakini akan menjadi pengungkit ekonomi dunia, termasuk Indonesia.


Artikel Asli