Profil Mario Aji: Bintang Baru Indonesia di Moto3 2022

Nasional | limapagi.id | Published at Kamis, 11 November 2021 - 12:25
Profil Mario Aji: Bintang Baru Indonesia di Moto3 2022

LIMAPAGI - Mario Suryo Aji, pebalap junior Indonesia, resmi akan berkompetisi di Kejuaraan Dunia Moto3 2022 bersama Honda Team Asia.

Ini merupakan kado spesial di Hari Pahlawan Nasional pada Rabu, 10 November 2021, di mana Mario Aji resmi diumumkan menjadi pebalap Moto3.

Di Honda Team Asia, pebalap 17 tahun ini akan berpasangan dengan Taiyo Furusato, pebalap asal Jepang.

Hadirnya Mario Aji semakin melengkapi pebalap Indonesia binaan Astra Honda Racing Team (AHRT) yang berhasil tampil di ajang Grand Prix.

Sebelum Mario, terdapat beberapa pebalap Indonesia hasil binaan AHRT lainnya, yakni Dimas Ekky Pratama, Gerry Salim, dan Andi Gilang.


Awal Karier

Mario Aji adalah pebalap jebolan Astra Honda Racing School tahun 2016. Semusim berikutnya, ia melakukan debutnya di ajang Thailand Talent Cup.

Pada 2018, Mario menjadi bagian dari tim AHRT yang turun di ajang Asia Talent Cup (ATC) dan Asia Road Racing Championship (AARC) di kelas AP250.

Di level Asia, Mario mampu mengisi posisi lima besar di Asia Talent Cup dan masuk enam besar di AARC AP250.


Naik Kelas ke Moto3

Mario menjadi satu-satunya pebalap asal Indonesia yang memiliki kesempatan wildcard tanpa menggantikan pebalap lain di Moto3 hingga dua kali balapan.

Dua seri tersebut adalah tampil di Sirkuit Misano, Italia, pada 24 Oktober 2021) dan di Sirkuit Algarve, Portugal, pada 7 November 2021).

Sayangnya, pebalap kelahiran Magetan, Jawa Timur ini hanya ikut balapan di Misano saja dan absen di Algarve lantaran ia mengalami cedera.

Dalam debutnya di Moto3, Mario tampil mengejutkan di sesi latihan bebas pertama (FP1).

Mario Aji menempati urutan keempat di FP1 meski akhirnya dalam balapannya, ia hanya finis di peringkat ke-21.


Impian Sang Ayah

Mendapat kesempatan tampil di Moto3 rupanya tidak hanya menjadi impiannya saja, tetapi juga menjadi mimpi dari almarhum ayahnya.

"Sejak saya dibina Astra Honda Racing School pada usia 12 tahun, mimpi tertinggi saya adalah bisa balapan di Grand Prix," kata Mario, dikutip dari situs resmi Astra Honda.

"Tentu saya sangat senang dan bersemangat menghadapi musim depan. Hal ini merupakan impian saya dan almarhum ayah."

Setelah mampu menggapai impiannya ini, Mario mengaku akan terus berusaha menampilkan performa terbaik agar dapat bertahan dan naik kelas ke Moto2.

"Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Konsisten, belajar, dan membuat kemajuan di setiap putaran adalah target saja," ungkap Mario.

Artikel Asli