11 Tahun di Surabaya, Pengungsi Afghanistan Ternyata Cuma Transit

Nasional | jawapos | Published at Kamis, 11 November 2021 - 12:24
11 Tahun di Surabaya, Pengungsi Afghanistan Ternyata Cuma Transit

JawaPos.com Sekitar 100 pengungsi asal Afghanistan mendatangi Kanwil Kemenkumham Jatim, Kamis (11/11). Mereka yang selama ini tinggal di Tempat Penampungan Puspa Agro itu berupaya memperjuangkan nasibnya yang terkatung-katung selama 11 tahun terakhir.

Kadiv Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jatim Jaya Saputra yang menemui pengungsi berjanji menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah pusat dan stakeholder terkait. Hal itu disampaikan dalam proses mediasi bersamatiga perwakilan pengungsi yaitu Muhammad Alif, Muhammad Asbari, dan Asad.

Dalam forum yang berlangsung gayeng itu juga dihadiri Karudenim Setyo Budiwardoyo dan Kapolsek Genteng Kompol Wisnu S. Kuncoro.Alif yang sekaligus sebagai penerjemah mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan Kanwil Kemenkumham Jatim untuk menemui perwakilan pengungsi.

Dia menyampaikan aspirasi bahwa pihaknya membutuhkan bantuan agar bisa segera berangkat ke negara ketiga. Kami sudah 11 tahun berada di Indonesia, namun belum mendapat keputusan kapan segera berangkat, ujar Alif.

Dia menceritakan, selama ini pihaknya telah menyuarakan aspirasi ke Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) sejak 2011. Namun, selama itu pihaknya selalu diberikan janji-janji.

Sebenarnya kami ke Indoensia hanya untuk transit saja. Tapi selama ini menunggu sudah belasan tahun, keluh Alif.

Saat ini, lanjut Alif, para pengungsi khususnya dari Afghanistan merasa cemas. Apalagi melihat situasi politik di negara asalnya yang semakin tidak menentu.

Kami percaya bahwa sekarang merupakan waktu yang tepat untuk mencari perhatian negara donor, sehingga mereka dapat membantu kami, terang Alif.

Sementara itu, Kadiv Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jatim Jaya Saputra berharap persoalan yang dialami pengungsi bisa cepat mendapatkan jalan keluar. Pihaknya akan menampung semua aspirasi yang disampaikan pengungsi.

Jaya berjanji akan menyampaikan kepada pemerintah pusat. Sebab, pihaknya hanya sebagai fasilitator. Karena bukan porsi kami untuk mengambil kebijakan, ujar Jaya.

Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan UNHCR terkait masalah itu. Sebab, yang berwenang memproses ke negara ketiga bukan pemerintah Indonesia. Kami mendorong ada kantor perwakilan UNHCR di Surabaya, agar para pengungsi tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta untuk melakukan koordinasi, tutur Jaya.

Saat ini, total ada 396 pengungsi internasional dari 14 negara di Jawa Timur. Paling banyak berasal dari Afghanistan yakni 283 orang. Mereka tersebar di Pusat Akomodasi Puspa Agro, Pusat Akomodasi Green Bamboo, maupun pengungsi mandiri.

Artikel Asli