Bukti Kesetaraan Gender, Ayo Berkenalan dengan 4 Ilmuwan Perempuan

Nasional | jawapos | Published at Kamis, 11 November 2021 - 11:21
Bukti Kesetaraan Gender, Ayo Berkenalan dengan 4 Ilmuwan Perempuan

JawaPos.com Perempuan masa kini selalu bisa bikin bangga. Apalagi di era pandemi saat ini, kaum hawa juga berjuang di balik laboratorium sebagai peneliti.

Dalam webinar bersama LOral Indonesia, diungkap bahwa perempuan memajukan sains termasuk program pendanaan riset LOral-UNESCO For Women in Science (FWIS). Empat ilmuwan perempuan muda dianugerahkan National Fellowship 2021 atas rencana penelitian mereka dalam mengembangkan inovasi untuk keberlanjutan dan menyelamatkan kehidupan di bumi.

Sains berkontribusi dalam menyelamatkan kehidupan di bumi, baik kehidupan manusia, flora dan fauna dari mahluk hidup terkecil hingga yang terbesar. Hal ini kembali terbukti saat para ilmuwan bekerja tanpa henti, siang dan malam selama berbulan-bulan dalam mengembangkan vaksin yang dapat membantu mengurangi laju mortalitas akibat virus Covid-19. Berkat sains, kehidupan kita terselamatkan dan kita sekarang bisa bergerak maju menuju the new normal dengan harapan akan hari esok yang lebih baik.

Dalam sambutannya, President Director LOral Indonesia Umesh Phadke mengatakan sains mampu menyelamatkan kehidupan. Sains tak hanya berperan di masa sekarang, namun juga menjawab tantangan masa depan.

Sains mendorong keberlanjutan bumi dan mahluk hidup bagi kita dan generasi berikutnya, katanya secara daring baru-baru ini.

Dukung terus memajukan perempuan dalam dunia sains. Lewat sains, perempuan terbukti bisa mewujudkan kesetaraan gender di dunia sains sehingga lebih banyak lagi ilmuwan perempuan Indonesia berkarya, jelas Direktur Komunikasi, Hubungan Publik dan Keberlanjutan, LOral Indonesia, Melanie Masriel

Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Itje Chodidjah mengatakan semua pihak masih punya pekerjaan rumah untuk mendorong kesetaraan gender, termasuk pengembangan sains. Hal ini terlihat dari masih minimnya publikasi tentang kesetaraan gender terutama di bidang sains.

Terus kita dorong untuk memastikan bahwa kontribusi perempuan di bidang sains terus meningkat, katanya.

Dewan Juri telah menetapkan empat pemenang LOral-UNESCO For Women in Science 2021 sebagai berikut:

1. Febty Febriani, Ph.D dari Peneliti di Pusat Riset Fisika, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Melalui sains, saya ingin berkontribusi menyelamatkan kehidupan manusia dengan mengembangkan early warning system prakiraan kejadian gempa dan memetakan heterogenitas kerak bumi Indonesia, katanya.

Melihat letak geografis Indonesia yang rentan terjadinya gempa dan tsunami, Febty ingin menganalisis karakteristik heterogenitas kerak di Indonesia untuk mengurangi risiko bencana gempa bumi dan tsunami. Febty sedang melakukan analisa pada data geomagnetik dalam rangka memetakan karakteristik heterogenitas kerak bumi Indonesia dan membangun sistem dengan metode yang divalidasi untuk menentukan prakiraan gempa jangka pendek dengan menggunakan data geomagnetik. Harapan Febty, metode ini nantinya dapat digunakan sebagai early warning system yang dapat memperkirakan akan terjadinya gempa pada masa yang akan datang.

2. Fransiska Krismastuti, Ph.D dari Peneliti di Pusat Riset Kimia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Melalui sains, saya ingin berkontribusi menyelamatkan kehidupan manusia khususnya penderita luka kronis akibat diabetes dengan memanfaatkan limbah galvanisasi, katanya.

Fransiska memiliki ketertarikan dalam dunia sains berawal di bangku kuliah. Ia melihat bahwa limbah galvanisasi ternyata memiliki khasiat baik bagi penderita luka kronis akibat diabetes dan tertarik untuk meneliti lebih jauh bagaimana limbah ini dapat menjadi solusi penyembuhan. Ia berharap dapat menggunakan ZnO dari limbah industrial galvanisasi (pelapisan baja) dan pewarna alami ANT dari kol ungu sebagai alat prognostik luka kronis yang mampu mencegah pertumbuhan bakteri pada luka dan mendeteksi kemajuan pada proses penyembuhan luka yang bisa dilakukan secara mandiri oleh pasien.

3. Dr. Magdalena Lenny Situmorang dari Kelompok Keilmuan Bioteknologi Mikroba, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung, Indonesia.

Melalui sains, saya ingin berkontribusi menyelamatkan kehidupan udang dengan ekosistem perairan yang terjaga guna meningkatkan keberlanjutan industri udang dan menjamin kesehatan manusia, katanya.

Lenny meyakini bahwa era ekonomi biru harus mengutamakan pendekatan One-Health, dengan memprioritaskan kesehatan hewan, lingkungan dan manusia. Dalam penelitiannya, Lenny melihat potensi yang besar di bidang akuakultur, di mana ia ingin melihat bagaimana mengembangkan budidaya udang yang baik, sehingga tidak hanya memberikan produktivitas yang tinggi, namun dengan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan, serta secara sinergis menghasilkan produk udang dengan mutu dan keamanan yang tinggi untuk perlindungan kesehatan manusia. Ia berharap dapat mendukung industri budidaya udang di Indonesia untuk menjadi lebih tangguh dan berkelanjutan.

4. Peni Ahmadi, Ph.D dari Peneliti di Pusat Riset Bioteknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Melalui sains, saya ingin berkontribusi menyelamatkan perempuan dari kanker payudara dengan memanfaatkan biota laut Indonesia yang sangat beraneka ragam, katanya.

Menyadari bahwa Indonesia adalah negara kepulauan dengan garis pantai terbesar ketiga di dunia dan keanekaragaman biota laut yang luar biasa kaya, Peni melihat potensi ini dapat dijadikan sebagai sumber bahan obat untuk berbagai penyakit, salah satunya kanker payudara. Melalui penelitian yang ia lakukan, Peni berharap dapat menciptakan terapi yang dapat membantu menyembuhkan kanker payudara tanpa memberikan efek samping yang berbahaya bagi pasien.

Artikel Asli