Ini Tips Aman Saat Libur Nataru

Nasional | rm.id | Published at Kamis, 11 November 2021 - 10:37
Ini Tips Aman Saat Libur Nataru

Masyarakat diingatkan melakukan persiapan cermat agar dapat menikmati liburan natal dan tahun Baru (nataru) yang produktif dan terkendali.

Satuan tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pun memberi panduan lima hal yang harus dilakukan demi mencegah lonjakan kasus di awal tahun 2022.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyatakan, saat ini kondisi kasus di indonesia semakin terkendali.

Baik di wilayah Pulau Jawa-Bali, maupun di luar wilayah itu. Karena itu, masyarakat harus mendukung pencegahan penularan Covid-19 dalam menghadapi periode libur.

Bijaknya, kita menghargai pencapaian dengan tetap mempertahankan perkembangan kasus yang baik ini. Bukan malah sebaliknya, bersikap lengah dan lalai, sebagaimana yang disarankan oleh ke menterian/lembaga dan juga oleh DPr, imbau Wiku, kemarin.

Menurut dia, belajar dari pengalaman libur panjang selama 2 tahun terakhir, maka terlihat kelalaian protokol kesehatan atau kurang terkendalinya mobilitas dapat memicu lonjakan kasus.

Untuk itu, ada lima hal yang harus dilakukan demi mencegah lonjakan kasus di awal tahun 2022. Pertama, menjalankan protokol kesehatan secara komprehensif dan konsisten. artinya, tidak terpisahpisah dalam memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Ketiganya harus terintegrasi, mengingat satu dan upaya lainnya saling mengisi celah penularan Covid-19, katanya.

Selain itu, protokol kesehatan harus diterapkan dimana pun dan kapan pun selama rangkaian kegiatan dan perjalanan. Kedua, menyegerakan vaksinasi Covid-19 sebagai tanggung jawab melindungi masyarakat yang rentan.

Dengan segera divaksin, orang-orang yang tidak bisa divaksin misalnya anak kurang dari 12 tahun atau orang dengan komplikasi kesehatan tertentu, dapat terlindungi.

Ketiga, inisiatif melakukan tes ting atau pengobatan Covid-19 jika merasakan gejala mirip Covid-19. Diharapkan masyarakat segera melakukan testing di fasilitas ke sehatan terdekat.

Dengan terdeteksi lebih cepat dan meningkatkan angka kesembuhan karena ditindaklanjuti lebih cepat pula. Keempat, menganalisis risiko penularan sebelum ber kegiatan.

Perlu memperhatikan sirkulasi udara dan durasi kegiatan. masyarakat yang berkegiatan di luar ruang, durasinya harus lebih singkat. Masyarakat juga perlu mempertimbangkan urgensi untuk bepergian, khususnya bagi mereka yang sedang merasa tidak dalam keadaan fit.

Khususnya, bagi orang yang merasakan gejala maupun kontak erat kasus Covid-19 tidak melakukan aktivitas luar ruang dan aktivitas perjalanan, demi keamanan diri sendiri dan orang lain di sekitar kita, terang Guru Besar Universitas Indonesia (Ui) ini.

Kelima, mengikuti perkembangan kebijakan yang berlaku dan mematuhinya.

Dalam masa pandemi, masyarakat diminta adaptif dengan penerapan gas rem yang ada melalui upaya terus mengikuti perkembangan kasus maupun kebijakan yang ada. [ DIR ]

Artikel Asli