Pemerhati Politik: Tuduhan Erick Bisnis PCR tak Masuk Akal

Nasional | republika | Published at Kamis, 11 November 2021 - 10:23
Pemerhati Politik: Tuduhan Erick Bisnis PCR tak Masuk Akal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerhati Politik Abdullah Abdurrahman menyatakan tuduhan Menteri BUMN Erick Thohir ikut dalam arus bisnis Test PCR tidak masuk akal. Hal itu menurut dia, Erick Thohir tidak pernah ada di dalam yayasan yang memiliki saham perusahaan yang ada di ranah tes PCR yaitu PT GSI.

"Sudah banyak diinformasikan salah satu perusahaan yang punya usaha test PCR adalah PT GSI, dimana Yayasan abangnya Erick Thohir punya saham disana. Bukam Erick Thohir dan Erick Thohir tidak pernah ada di Yayasan atau Perusahaan Abangnya," tutur dia berdasarkan rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis (11/11).

Selain itu hal yang menurut dia lebih tidak masuk akal adalah posisi Erick sebagai Menteri BUMN sementara bisnis PCR ada di bawah ranah Kementerian Kesehatan. "Bagaimana dia bisa menentukan kebijakan harga test PCR ? Dan bagaimana dia bisa dianggap menguntungkan abangnya dalam bisnis PCR, kalau dia bukan Menteri Kesehatan?," ucap dia.

Ia menyebut cara berpikir orang-orang yang menuduh Erick ikut terlibat bisnis PCR salah dan aneh. Hal itu karena Erick saat ini sebagai Menteri BUMN tidak terlibat bisnis apapun sementara keluarganya memang berlatar pebisnis.

"Kalau nanti abangnya ada bisnis di bisnis UMKM, sementara Erick Thohir bukan Menteri UMKM jadi ketika ada kebijakan kementrian UMKM untuk bisnis UMKM apakah Erick Thohir juga dianggap punya kaitan dan menguntungkan abangnya ikut berbisnis UMKM?," ujar dia.

Ia menyebut kalau memakai cara berpikir yg menuduh Erick Thohir, berarti keluarganya tidak boleh berbisnis apapun didunia ini. Maka logika yang sama, semua pejabat di negeri ini tidak boleh ada keluarganya berbisnis apapun ketika dia sebagai pejabat.

"Jadi urusan ini sangat sederhana logikanya dan yg menuduh hal ini sudah tau kondisi sebenarnya, tapi ini semua urusan politk, karena ingin menyingkirkan Erick Thohir dari Menteri BUMN. Segala cara dipakai hanya untuk menyingkirkan seorang Erick Thohir dari Menteri BUMN," ungkap dia.

Artikel Asli