Viral, Anak di Bawah Umur Tertangkap Basah Lakukan Dugaan Pembegalan

Nasional | jatimtimes.com | Published at Kamis, 11 November 2021 - 09:41
Viral, Anak di Bawah Umur Tertangkap Basah Lakukan Dugaan Pembegalan

JATIMTIMES - Beredar video di media sosial tiga orang anak yang masih di bawah umur diduga melakukan percobaan pembegalan. Namun ketiga anak yang diketahui masih di bawah umur itu tertangkap oleh beberapa orang.

Dalam video yang viral di media sosial itu nampak tiga orang anak tertelungkup dengan tangan diikat tali. Mereka seperti diinterogasi oleh sekelompok warga.

Di dalam video itu juga terdapat tulisan 'Begal ketangkap di Cikarang'. Tak hanya itu, dalam video juga tertera tanggal serta keterangan yang menunjukkan peristiwa tersebut.

Video itu diperkirakan terjadi pada 10 November 2021 pukul 5.58 WIB di Sertajaya, Cikarang Timur, Bekasi, Jawa Barat.

Mohon izin komandan pelaku mau nge-begal, heh liat sini, kata pem-video tersebut.

Lu masih 13 tahun lu, aduh bocah, sahut orang lain.

Bukan hanya itu, sekawanan masyarakat itu juga nampaknya telah bertanya kepada tiga anak tersebut dari mana berasal. Hal itu diketahui karena dalam video mereka langsung menyebut wilayah rumah terduga pelaku percobaan pembegalan.

Ini orang Pasir Gombong, ini Kampung Kandang, dua orang Kampung Kandang, satu orang Pasir Gombong. Tidak bawa identitas semua, karena masih dibawah umur, kata orang di balik video.

Setelah menanyai tiga orang anak itu, para warga kemudian nampak kasihan. Kemudian mereka meminta anak-anak tersebut untuk untuk duduk.

Pegel gak lo begitu, duduk duduk, bisa gak. Kasih minum, kasih minum, kata suara yang muncul dalam video.

Tersebarnya video yang menunjukkan identitas anak di bawah umur, seperti usia dan alamat tersebut menuai respons publik. Tak sedikit yang menyayangkan karena kasus tersebut melibatkan anak di bawah umur.

Pasalnya, dalam aturan yang berlaku, identitas anak di bawah umur harus dilindungi dan tidak disebarluaskan. Kasus tersebut memang bukan yang pertama, beberapa video viral di media sosial dengan sengaja menunjukkan identitas anak tersebut.

Sebelumnya, Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI Nahar menegaskan, jika menyebarkan identitas anak akan mendapatkan sanksi.

Berdasarkan pasal 19 ayat 1 UU Sistem Peradilan Pidana anak dijelaskan jika identitas anak yang terlibat kasus hukum wajib dilindungi. Identitas itu wajib dilindungi oleh media cetak maupun elektronik.

Identitas anak sebagaimana yang dimaksud adalah meliputi nama, anak nama, anak korban, nama anak saksi, nama orang tua, alamat, wajah dan lain yang dapat mengungkapkan jati diri anak-anak korban dan atau anak saksi.

Berdasarkan pada pasal 19 ayat 1 UU Sistem Peradilan Pidana Anak juga disebutkan sanksi pidana bagi orang yang mempublikasikan identitas anak yang berhadapan dengan hukum. Sanksi pidana diatur dalam pasal 97 UU Sistem Peradilan Pidana Anak. Tak main-main, sanksinya adalah pidana penjara paling lama lima tahun dengan denda paling banyak Rp 500 Juta.

Artikel Asli