Kenaikan Inflasi AS Pukul Mata Uang Garuda

Nasional | rm.id | Published at Kamis, 11 November 2021 - 09:27
Kenaikan Inflasi AS Pukul Mata Uang Garuda

Pagi ini rupiah loyo lagi. Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,3 persen di level Rp 14.296 per dolar AS dibanding perdagangan kemarin di level Rp 14.253 per dolar AS.

Mayoritas mata uang Asia juga kompak melemah terhadap dolar AS. Won Korea Selatan minus 0,43 persen, yuan China melemah 0,29 persen, ringgit Malaysia turun 0,26 persen, peso Filipina turun 0,2 persen, baht Thailand minus 0,18 persen, yen Jepang melemah 0,13 persen, dolar Singapura turun 0,06 persen, dan dolar Hong Kong turun 0,01 persen.

Indeks dolar AS terhadap sekeranjang mata uang saingnnya naik di level 94,85. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro minus 0,29 persen di level Rp 16.391, terhadap poundsterling Inggris juga turun 0,26 persen ke level Rp 19.157, dan terhadap dolar Australia juga turun 0,14 persen ke level Rp 10.452.

Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra mengatakan, pelemahan mata uang Garuda ini terjadi lantaran data inflasi AS mencapai 6,2 persen secara tahunan. Menurutnya, angka tersebut capaian tertinggi dalam 30 tahun terakhir.

Kenaikan inflasi turut mengerek tingkat imbal hasil (yield) surat utang AS, US Treasury bertenor 10 tahun ke kisaran 1,57 persen, dan mendorong pelemahan rupiah serta mata uang Asia, katanya di Jakarta, Kamis (11/11).

Ariston melihat, nilai tukar rupiah berpotensi melemah hari ini terhadap dolar AS dengan data inflasi AS yang masih tinggi. Yield yang lebih atraktif juga bisa mendorong pasar masuk kembali ke obligasi AS dan mendorong penguatan dolar AS.

Namun, potensi pelemahan rupiah mungkin tidak besar karena bank sentral AS, The Federal Reserve belum akan menaikkan tingkat bunga acuan dalam waktu dekat.

Sementara perekonomian di Indonesia juga dinilai cukup aman untuk menjaga pergerakan rupiah, ujarnya.

Ariston memproyeksi rupiah akan melemah di kisaran Rp 14.200- Rp 14.300 per dolar AS sepanjang hari ini. [ DWI ]

Artikel Asli