Preview Yunani vs Spanyol: Kembalinya Tandem Sejati

Nasional | jawapos | Published at Kamis, 11 November 2021 - 09:14
Preview Yunani vs Spanyol: Kembalinya Tandem Sejati

JawaPos.com Spanyol berada dalam situasi tidak boleh kalah di dua laga terakhir kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa.

Sebab, hasil itu akan memberikan kesempatan bagi Swedia sebagai peraih tiket lolos otomatis dari grup B. Hingga enam laga, Swedia memimpin dua angka (15-13) atas Spanyol.

Tantangan berat dihadapi Spanyol seiring harus menghadapi tuan rumah Yunani di Olimpiako Stadio Spyros Louis dini hari nanti ( siaran langsung Mola TV pukul 02.45 WIB ).

Sebab, dalam pertemuan awal kualifikasi di Granada pada 26 Maret lalu, La Furia Roja ditahan seri 1-1 oleh Piratiko.

Entah karena tertekan atau ada maksud lain, entrenador Spanyol Luis Enrique coba berdamai dengan publik di negerinya.

Yaitu, terkait kebijakan Lucho sapaan akrab Luis Enrique yang mengabaikan para pemain dari Real Madrid.

Untuk kali pertama dalam 235 hari, ada penggawa Los Merengues di skuad La Furia Roja.

Dia adalah bek kanan senior Dani Carvajal. Bek 29 tahun itu memiliki 25 caps .

Kali terakhir Carvajal membela timnas dalam laga UEFA Nations League kontra Jerman pada 4 September tahun lalu.

Kurasa Enrique tidak melihat pemain dari jersey klubnya (dalam pemanggilan pemain timnas Spanyol, Red), kata Carvajal dalam konferensi pers kemarin (10/11) seperti dilansir Marca .

Jika dia (Carvajal, Red) tidak mengalami cedera panjang, tentu saja dia masuk skuad, timpal Enrique seakan membenarkan ucapan Carvajal.

Total Carvajal menderita enam cedera sejak laga melawan Jerman tahun lalu. Mulai terkena masalah otot, betis, ligamen, hingga hamstring . Dia pun harus menepi selama 187 hari akibat rentetan cedera tersebut.

Yang diharapkan Enrique dari kembalinya Carvajal hanya satu. Yaitu, mengimbangi agresivitas dari sisi kiri yang dihuni bek FC Barcelona Jordi Alba.

Dua bek berpostur mungil untuk pesepak bola Eropa (Carvajal 173 sentimeter dan Alba 170 sentimeter) itu pernah diklaim sebagai pasangan fullback terbaik dalam sejarah.

Memiliki naluri menyerang yang bagus, rajin menyuplai serangan lewat umpan-umpan silang, tetapi juga cekatan dalam bertahan.

Mereka mungkin tidak terlalu banyak tampil bersama di timnas. Praktis hanya ada 13 laga Spanyol dengan Carvajal dan Alba main berbarengan. Dari 13 laga tersebut, La Furia Roja hanya sempat merasakan satu kekalahan.

Aku seperti anak kecil yang gembira karena mendapatkan panggilan ini lagi (timnas Spanyol, Red). Rasanya seperti baru kali pertama menerimanya,

Spanyol akan menjalani momen krusial (di kualifikasi Piala Dunia 2022, Red) dan aku akan memberikan apa saja yang aku bisa, beber Carvajal yang musim ini tampil dalam sepuluh laga bersama Real dan menghasilkan sebiji gol.

Artikel Asli