Klaim Klaster Penularan Covid-19 Cepat Tertangani

Nasional | radarjogja | Published at Kamis, 11 November 2021 - 07:11
Klaim Klaster Penularan Covid-19 Cepat Tertangani

RADAR JOGJA Gubenur DIJ Hamengku Buwono (HB) X meminta warga tak perlu panik dengan kecenderungan naiknya kasus harian Covid-19 di DIJ. Apalagi pandemi Covid-19 belum sepenuhnya hilang, terlebih kegiatan masyarakat yang semakin dilonggarkan.

HB Xmengakui, kasus harian Covid-19 di DIJ memang masih fluktuatif atau naik turun. Namun, hal itu diklaim bukan menjadi persoalan jika pemprov dan pemkab maupun pemkot bisa memutus mata rantainya dengan cepat saat muncul klaster-klaster baru. Tapi enggak apa apa (fluktuatif) yang penting bisa kita kontrol dalam arti cepat penanganannya, ujarnya katanya di Kompleks Kepatihan Rabu (10/11).

Menurutnya, ketika ada kecenderungan kasus Covid-19 mengalamai peningkatan, tidak perlu panik yang berlebihan. Terlebih, jika perbandingan pasien orang tanpa gejala (OTG) lebih besar daripada pasien sembuh. Maka perlu dilakukan identifikasi dengan tepat. Kalau ada kecenderungan naik ya cooling down aja. Seperti kemarin tahu-tahu kok 30-an (kasus harian) terus jadi 89-an. Oh ternyata ada klaster. Begitu kita tangani kan sudah turun lagi, tandas Raja Keraton Jogja. Data per 10 November, ada penambahan 59 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di DIJ.

Salah satu klaster baru penularan virus korona berasal dari klaster takziah di Bantul. Penyebaran berkembang hingga ke sekolah-sekolah wilayah Sedayu, Bantul. Hingga meluas ke sekitarnya Kabupaten Sleman. Untuk solusinya, Pemkab Bantul menutup beberapa sekolah ditutup sementara. Kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) kembali ke belajar dari rumah. Faktanya sudah kita tangani terus di-close (sekolah yang terjadi penularan), tapi kan sekarang sudah turun (kasusnya). Berarti tidak melebar (penularannya), jelas suami GKR Hemas itu.

Tapi lanjut dia, pemprov sudah berjaga-jaga kala terjadi peningkatan kasus yang signifikan. Salah satunya menyiapkan fasilitas layanan kesehatan di DIJ. Seluruhnya sudah disiagakan untuk lonjakan kasus yang terjadi sewaktu-waktu. Hingga saat ini, tingkat keterisian tempat tidur di RS rujukan Covid-19 masih tergolong minim yaitu hanya lima persen. Kan banyak yang kosong, ya semoga jangan diisi. Semua itu enggak ada masalah tapi jangan naik biar selesailah, prokes 5M tetap dijalankan, ungka ayah lima puteri itu.

Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji menambahkan, penularan korona di lingkungan sekolah menandai adanya kelengahan dari Satgas sekolah. Salah satunya dari aspek pengawasan prokes di sekolah masih kurang ketat. Seluruh civitas sekolah maupun orang tua juga perlu berperan penting dalam pemantauan di sekolah. Kalau sudah merasa badannya tidak nyaman rasah mlebu (sekolah) dulu. Atau langsung laporan kepada satgas ditingkat sekolah untuk dites, kata mantan Kepala Disdikpora DIJ itu.

Dengan kasus ini, sekolah diminta berhati-hati terlebih soal jam pelajaran yang tidak perlu diberikan terlalu banyak dan lama. Tidak membuka kantin sudah kewajiban setiap sekolah. Praktis, pihaknya mengeluarkan aturan baru untuk membatasi waktu jam pelajaran di sekolah saat PTM. Durasi waktu dipangkas 30 menit menjadi maksimal 2,5 jam. Awalnya diberlakukan di Kapanewon Sedayu yang kemudian diberlakukan di semua sekolah se-DIJ. Saya kira tidak harus semua sama tapi paling terbanyak 2,5 jam per hari. Kalau anak SD anak PAUD ya 1-2 jam silahkan saja tapi jangan lebih dari 2,5 jam saja. Bisa dibuat dua sesi ya, tambahnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, berkaca dari kasus Sedayu, Bantul, sdanya satgas di semua lingkup pun mampu mengawasi jalannya prokes terutama di sekolah. Terbukti, ketika Pemkot melakukan tracing terhadap kontak erat selama ini, 90 persen diantaranya negatif Covid-19. Kalau ada kasus kita kejar kontak eratnya kan, nah 90 persen yang kita kejar itu negatif sebagian besar. Bahkan banyak yang sama sekali tidak ada penularan, katanya.

Sejauh ini, pemkot belum mendapatkan laporan sebaran Covid-19 dampak dari munculnya klaster di wilayah aglomerasi itu hingga mengenai warganya. Pun terkait kegiatan sosial masyarakat di wilayah selama PPKM Level 2 dengan seiring pelonggarannya sudah dipantau berkala oleh satgas di wilayah kemantren maupun kelurahan. Termasuk jika ada kegiatan takziah yang sama sudah dilakukan himbauan untuk seperlunya saja. Kami mengkondisikan dalam masa pandemi kalau ada layatan seperti itu, datang nderek belasungkawa, ikut mensalatkan setelah itu pulang, pesannya. (wia/pra)

Artikel Asli