Perburuan Dana BLBI Tommy Melawan, Mahfud Ngakak

Nasional | rm.id | Published at Kamis, 11 November 2021 - 08:35
Perburuan Dana BLBI Tommy Melawan, Mahfud Ngakak

Perburuan uang negara di kantong-kantong para obligor dan debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang dikomandoi oleh Menko Polhukam, Mahfud MD, kian menarik saja. Tommy Soeharto yang aset-asetnya diambil negara, memilih tak tinggal diam. Mendengar Tommy akan melawan balik, Mahfud pun tertawa ngakak.

Tommy mengutarakan perlawanannya itu, usai meresmikan Rest Area 4.0 dan Pasar Induk, di Kawasan Industri PT Mandala Pratama Permai, Karawang, Jawa Barat, kemarin.

Lokasi tempat ia memotong pita itu, tepat berada di samping kawasan industri PT Timor Putra Nasional (TPN) yang beberapa waktu lalu disita oleh Satgas BLBI.

Tommy yang hadir di lokasi acara mengenakan batik cokelat lengan pendek, sempat menggelar konferensi pers terkait Rest Area modern ini. Ketika mau pulang, Tommy diberondong pertanyaan oleh wartawan soal asetnya yang disita Satgas BLBI. Tapi, beberapa orang di sekitar Tommy berusaha menghalangi wartawan, untuk tidak membahas masalah tersebut.

Nggak ada, enggak, enggak... Sudah...sudah, halau mereka yang tampak mengawal ketat putra presiden Soeharto ini.

Tommy sendiri sebetulnya biasa saja. Ia kelihatan santai. Bahkan, sesekali melempar senyum ketika ditanya perihal asetnya tersebut. Meskipun mulutnya tertutup rapat oleh masker.

Nanti, ada langkah hukum, ucap Tommy singkat, sambil berlalu memasuki mobilnya. Ia sopiri sendiri mobilnya itu.

Seperti diketahui, Jumat pekan lalu, Satgas BLBI menyita aset milik Tommy di daerah Dawuan, Karawang, Jawa Barat. Penyitaan aset-aset tersebut dilakukan usai Satgas BLBI melakukan upaya penagihan terhadap kewajiban PT Timor Putra Nasional (TPN).

Adapun aset-aset Tommy yang disita oleh Satgas BLBI itu, berupa empat bidang tanah dengan nilai aset mencapai Rp 600 miliar.

Pertama, tanah seluas 530.125,526 meter persegi terletak di Desa Kamojing, Kabupaten Karawang sebagaimana SHGB Nomor 4/Kamojing atas nama PT KIA Timor Motors.

Kedua, tanah seluas 98.896,700 meter persegi terletak di Desa Kalihurip, Kabupaten Karawang sebagaimana SHGB Nomor 22/Kalihurip atas nama PT KIA Timor Motors.

Ketiga, tanah seluas 100.985,15 meter persegi terletak di Desa Cikampek Pusaka, Kabupaten Karawang sebagaimana SHGB Nomor 5/ Cikampek Pusaka atas nama PT KIA Timor Motors.

Dan, keempat, tanah seluas 518.870 meter persegi terletak di Desa Kamojing, Kabupaten Karawang sebagaimana SHGB Nomor 3/Kamojing atas nama PT Timor Industri Komponen.

Nilai utang PT TPN kepada pemerintah yang ditagihkan oleh Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) setelah ditambah biaya administrasi pengurusan piutang negara sebesar 10 persen mencapai Rp 2,61 triliun. Besaran utang Tommy tersebut sesuai dengan PJPN-375/PUPNC.10.05/2009 tanggal 24 Juni 2009.

Satgas BLBI sendiri masih menghitung nilai aset Tommy tersebut. Kata Ketua Satgas BLBI, Rionald Silaban, nilai aset tersebut akan keluar pekan ini.

Taksiran awal, Satgas BLBI memperkirakan nilai aset Tommy itu sekitar Rp 600 miliar dengan asumsi Rp 500.000 per meter. Sementara jika Rp 1 juta per meternya, maka nilainya Rp 1,2 triliun.

Lalu bagaimana tanggapan Dewan Pengarah Satgas BLBI yang juga Menko Polhukam Mahfud MD terkait rencana perlawanan Tommy? Mahfud spontan ketawa.

Ha-ha-ha, begitu respons Mahfud saat dikonfirmasi Rakyat Merdeka , kemarin.

Saat ditanya apakah Satgas BLBI sudah menyiapkan langkah antisipasi buat menghadapi debitur yang melawan, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu, tak banyak berkomentar.

Jawabannya, singkat. Pasti, ucapnya.

Mahfud sebelumnya sudah mengingatkan debitur dan obligor BLBI yang tak punya itikad baik membayar utang kepada negara akan dibatasi hak keperdataan, pengajuan kredit ke bank hingga bepergian ke luar negeri.

Masih banyak yang bisa dilakukan terhadap obligor atau debitur, kata Mahfud dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (8/11) lalu.

Ia juga mengancam akan memidanakan debitur dan obligor yang berupaya lari dari tanggung jawab membayar utang. Seperti dengan mengalihkan aset, menjaminkan aset pada pihak ketiga tanpa legalitas, hingga menyewakan aset secara gelap.

Mahfud menyampaikan, bagi para debitur dan obligor yang keberatan dengan besaran utang hasil hitungan pemerintah, mereka dapat datang langsung menemui dirinya untuk bersama-sama menghitung besaran yang tepat.

Posisikan sebenarnya berapa, datang ke meja saya. Kita hitung bersama, imbaunya. [SAR]

Artikel Asli