Gelar Konser, Abdi Dalem Bawakan Lagu Perjuangan

Nasional | radarjogja | Published at Kamis, 11 November 2021 - 08:30
Gelar Konser, Abdi Dalem Bawakan Lagu Perjuangan

RADAR JOGJA Memperingati Hari Pahlawan, Keraton Jogja menggelar pentas orkestra kerajaan (royal orchestra), di Bangsal Mandalasana, Keraton Jogja kemarin (10/11). Ada sembilan lagu bertemakan perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia yang dipentaskan.

Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Kridho Mardowo Keraton Jogja, KPH Notonegoro mengatakan pentas royal orchestra memperingati hari besar nasional itu bukan pertama kalinya digelar. Ini menunjukkan komitmen Keraton Jogja terhadap Republik Indonesia. Supaya jangkep ini semakin kami sosialisasikan kepada masyarakat khususnya Jogja dan Indonesia pada umumnya. Maka kami rayakan hari-hari besar nasional kaitannya dengan perjuangan. Itu selalu kami rayakan, katanya di Bangsal Mandalasana Kompleks Keraton Jogja Rabu.

Berbeda dari pentas musikan sebelumnya, abdi dalem musikan menghadirkan format pementasan ansambel tiup yaitu menggunakan alat musik tiup yang ditandai lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kali ini kami menampilkan ensemble tiup, beda dengan saat hari Sumpah Pemuda kemarin, kami menampilkan ensemble string, ujarnya.

Ada sembilan lagu yang dimainkan para abdi dalem musikan Keraton Jogja yang tergabung dalam Yogyakarta Royal Orchestra Brass Ensemble. Diawali dengan lagu kebesarannya yaitu Gati Mardowo dan disusul lagu-lagu nasional lainnya. Diantaranya Indonesia Raya, Pada Pahlawan, Indonesia Pusaka, Bangun Pemudi Pemuda, Syukur, Dari Sabang Sampai Merauke, Tanah Airku, Mars Garuda dan Bagimu Negeri. Mari kita maknai pengorbanan para pahlawan yang sudah berjuang. Dengan cara mengisi kemerdekaan, jelasnya.

Menurutnya, peperangan diera modern ini bukan masalah perang fisik maupun militer. Melainkan peperangan kebudayaan yang tengah bersaing dengan pengaruh antara budaya eropa dan asia timur. Ini dikhawatirkan akan menggerus pengaruh buruk generasi milenial saat ini. Dengan meninggalkan kebudayaannya sendiri.

Sementara, dirigen royal orchestra, Mas Lurah Widyo Yitno Waditro mengatakan meski dari aspek lagu perjuangan sangat pendek. Namun, diperlukan latihan selama tiga kali untuk mementaskannya pada momentum Hari Pahlawan tersebut sebelumnya. Pun tidak ada kesulitan yang berarti saat mementaskannya. Hanya kalau biasa kan ada penonton, jadi bisa lebih semangat. Mungkin karena nggak ada penonton jadi supportnya lebih beda aja, katanya. (wia/bah)

Artikel Asli