Dihantam Gelombang, Seorang Nelayan Tewas

Nasional | radarjogja | Published at Kamis, 11 November 2021 - 08:32
Dihantam Gelombang, Seorang Nelayan Tewas

RADAR JOGJA Masyarakat di wilayah pesisir saat ini harus mulai berhati-hati terhadap ancaman gelombang tinggi. Pasalnya, di Kulonprogo sebuah perahu nelayan terbalik karena dihantam gelombang. Satu orang tewas atas kejadian tersebut.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulonprogo Aris Widiatmoko mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (10/11) sekitar pukul 05.41 di Pantai Glagah. Satu perahu nelayan yang dikendarai Sumadi Purwo Sentono,65 warga Glagah Kulonprogo dan Santarjan,60 warga Cilacap, Jawa Tengah pecah lantaran menabrak pengurai ombak karena digulung gelombang.

Adapun kronologisnya, terang Aris, bermula ketika Sumadi dan Santarjan pergi melaut dari Pelabuhan Adhikarta waktu dini hari. Namun, saat akan memecah ombak menuju lautan, di Muara Sungai Serang tiba-tiba mesin kapal mati dan langsung tergulung ombak yang kala itu cukup tinggi. Perahu yang bernama Senang Hati itu pun tidak bisa dikendalikan dan menabrak pemecah ombak yang berada di kawasan Pantai Glagah.

Meski kedua nelayan sempat melompat, Aris menyatakan salah satu nelayan bernama Santarjan mengalami robek cukup parah pada bagian perut. Nyawanya pun tak tertolong walau telah mendapat perawatan di RS Rizki Amalia Temon.
Korban meninggal karena luka robek cukup parah pada bagian perut, dan saat ini jenazahnya sudah kami serahkan kepada pihak keluarga untuk prosesi pemakaman, ujar Aris saat dikonfirmasi, kemarin (10/11).

Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan wilayah Jogjakarta dan sekitarnya memang telah memasuki fenomena La Nina. Dimana dengan fenomena tersebut akan meningkatkan potensi gelombang tinggi.

Dwi pun meminta agar masyarakat untuk waspada terkait dengan berbagai kemungkinan perubahan cuaca yang ekstrim yang kemungkinan terjadi. Sebab, diprediksi untuk La Nina tahun ini akan mengalami peningkatan curah hujan hingga 60 persen. Fenomena tersebut juga dimungkinkan terus terjadi hingga Februari 2022 mendatang. Untuk wilayah pesisir, masyarakat juga dihimbau berhati-hati terhadap potensi gelombang tinggi, imbaunya. (inu/bah)

Artikel Asli