Kontingen PON XX Papua Resmi Dibubarkan

Nasional | radarjogja | Published at Kamis, 11 November 2021 - 07:39
Kontingen PON XX Papua Resmi Dibubarkan

RADAR JOGJA Kontingen Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 resmi dibubarkan. Pembubaran digelar di Graha Wana Bhakti Yasa kemarin siang (10/11). Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus KONI DIJ, perwakilan atlet dan pelatih, serta ofisial yang memperkuat DIJ di multievent empat tahunan itu.

Sekretaris Umum (Sekum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ Agung Nugroho mewakili Ketua Kontingen PON DIJ Rumpis Agus Sudarko meminta maaf kepada Pemprov DIJ dan masyarakat DIJ atas kegagalan DIJ di PON. Mengingat dari 11 target medali emas, hanya delapan emas saja yang berhasil dibawa pulang. Di tabel klasemen Kota Gudeg menduduki peringkat 15 nasional.

Lebih lanjut, Agung berujar ada sejumlah faktor yang menjadi biang kegagalan DIJ di PON XX. Seperti terjadinya crash pada pertandingan; sepatu roda, rugby, hingga bermotor. Bahkan, ada sejumlah atlet yang menderita cedera patah tulang dan harus naik meja operasi. Yang kedua, PON dihelat di tengah pandemi Covid-19 sehingga cukup memengaruhi mental dan performa atlet. Malah ada yang terpapar sebelum berangkat ke PON. Lalu, ketiga cuaca di Papua tidak bisa diprediksi sehingga ada yang tidak bisa bermain dan tertunda terutama Fasi, ujarnya kemarin.

Meski gagal memenuhi target, ada pula sejumlah cabor yang membuat kejutan. Karena untuk kali pertama mereka berhasil meraih medali emas dalam keikutsertaan di PON. Yaitu catur dengan dua emas. Kemudian menembak, atletik, biliar, dan terjun payung masing-masing satu emas.

Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto tetap mengapresiasi dan berterimakasih kepada pelatih, juga atlet yang sudah berjuang. Bermain trengginas dan penuh semangat di Bumi Cenderawasih. Kami juga haturkan terima kasih kepada Pemprov DIJ, gubernur dan jajaran yang sudah memberi support luar biasa selama kami mengikuti PON, paparnya.

Atas kegagalan itu, lanjutnya, KONI DIJ gerak cepat melakukan evaluasi sekaligus persiapan menghadapi PON XVI di Aceh-Sumatera Utara. Pelatih dan atlet akan kami evaluasi eksternal dan kami hadirkan ahli dari akademisi dan Pengda, kepala BPO pada 27 November nanti, kata Djoko.

Mewakili gubernur DIJ, Staf Ahli Gubernur DIJ Etty Kumolowati mengucapkan selamat kepada para atlet peraih medali. Dia menyebut, PON XX sebagai barometer keberhasilan atlet sekaligus hasil pembinaan atlet. Ini momentum dan telah dimanfaatkan dengan baik oleh atlet, pelatih, dan ofisial, tandasnya. (ard/din)

Artikel Asli