Muba jadi yang Daerah Pertama di Sumsel yang Raih CDOB

Nasional | republika | Published at Kamis, 11 November 2021 - 07:31
Muba jadi yang Daerah Pertama di Sumsel yang Raih CDOB

REPUBLIKA.CO.ID, MUSI BANYUASIN -- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terus melalui Dinas Kesehatan memastikan peredaran dan distribusi obat di Muba berjalan sangat baik. Oleh sebab itu juga, Rabu (10/11) Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin menerima penyerahan surat keterangan pengakuan CDOB (Cara Distribusi Obat yang Baik).

Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palembang Drs Martin Suhendri Apt, untuk di Sumatera Selatan ini baru pertama kali dan nomor dua untuk seluruh Indonesia yang mendapatkan pengakuan CDOB.

"Jadi dengan adanya pengakuan, menjadi sebuah hal yang sangat baik untuk di Kabupaten Muba. Semoga Kabupaten Muba dapat terus mempertahankan pengakuan CDOB (Cara Distribusi Obat yang Baik) ini,"ujarnya.

Adapun tujuan CDOB (Cara Distribusi Obat yang Baik) adalah untuk menjamin dan memastikan bahwa distribusi/ penyaluran obat dan bahan sesuai dengan persyaratan dan tujuan penggunaannya. Selain itu juga berupaya untuk mengantisipasi pemalsuan obat atau bahan obat serta beredarnya obat palsu yang dapat merugikan atau bahkan berisiko timbulnya korban jiwa.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Muba dr Azmi Dariusmansyah MARS Mengucapakan, terima kasih kepada kepala BPOM pusat atas sertifikasi yg telah di berikan. Upaya untuk mencapai pengakuan CDOB, bukan hanya usaha dari Dinkes namun ini merupakan hasil dari dukungan Pemkab dan juga kerjasama yang baik antara kita semua.

"Untuk kedepannya kami akan tetap berbenah untuk lebih baik lagi dengan terus meningkatkan mutu kefarmasian di setiap Rumah Sakit dan Puskesmas yang ada di Kabupaten Musi Banyuasin untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima bagi masyarakat Muba,"ulasnya.

Plt Bupati Beni Hernedi SIP menyebutkan, sangat penting dalam upaya pengawasan distribusi obat-obatan medis ke masyarakat. "Dengan adanya SK CDOB ini dan koordinasi dengan berbagai pihak, bisa meminimalisir adanya distribusi obat palsu masuk ke Kabupaten Muba," ucapnya.

Ketua PMI Muba ini menambahkan, meski telah meraih SK CDOB tersebut tetapi tidak mengendorkan pengawasan di Kabupaten Muba. "Karena ini menjadi hal yang sangat penting demi kesehatan masyarakat Muba, otomatis pengawasan juga tetap harus ketat," tandasnya.

Artikel Asli