MA Tolak Gugatan AD/ART Demokrat AHY Juga Yakin Menang Di PTUN

Nasional | rm.id | Published at Kamis, 11 November 2021 - 07:30
MA Tolak Gugatan AD/ART Demokrat AHY Juga Yakin Menang Di PTUN

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono menyambut baik putusan Mahkamah Agung (MA), yang menolak permohonan gugatan judicial review Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat yang diajukan kubu Moeldoko.

Putusan yang dianggap sebagai kemenangan ini diharapkan juga terjadi di persidangan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Alhamdulillah. Keputusan yang sebenarnya sudah kami perkirakan sejak awal, ujar Agus, melalui video yang disiarkan di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, kemarin.

Pria yang akrab dengan akronim AHY itu berbicara dari Rochester, salah kota kecil di negara bagian Minnesota, Amerika Serikat. Di sana, dia mendampingi sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tengah menjalani pengobatan kanker prostat di Rumah Sakit Mayo Clinic.

Suami Annisa Pohan itu mendapatkan kabar gembira tersebut kemarin pagi WIB, melalui sambungan telepon dari Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Hinca Panjaitan.

Atas berita baik itu, saya langsung mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT. Dantentunya sebagai umat beragama, kami berkeyakinan, semua ini terjadi atas izin dan kehendak-Nya, paparnya.

AHY mengaku sudah memprediksi kemenangan ini. Baginya, yang dilakukan lawannya itu hanyalah akal-akalan untuk merebut Partai Demokrat melalui proksi alias perantara. Dalam hal ini, mantan kader Partai Demokrat, disokong pengacara Yusril Ihza Mahendra.

Menurutnya, Partai Demokrat di bawah komandonya sudah mendapatkan legalitas dari Pemerintah. Jika dianalogikan sebagai aset properti, maka sertifikat yang sah dan diakui Pemerintah hanya satu, yakni Partai Demokrat di bawah kepemimpinan AHY.

Saya pegang mandatnya hingga 2025. Tidak pernah Moeldoko mendapatkan sertifikat dari Pemerintah atas kepemilikan properti itu. Jadi tidak ada hak apapun bagi Moeldoko atas Partai Demokrat, tegasnya.

Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute itu mengungkit satu dari empat penggugat di MA yang akhirnya kembali ke barisannya. Yang bersangkutan mengaku khilaf dan meminta maaf agar bisa kembali menjadi kader Partai Demokrat. Saya tentu memaafkan dan menerimanya kembali sebagai kader Partai Demokrat, ucapnya.

Sedangkan untuk tiga orang lainnya, yang tidak mengakui kesalahannya, AHY mengatakan bakal mengambil sikap tegas.

Atas kemenangan ini, AHY menyampaikan apresiasi kepada Ketua Mahkamah Agung (MA), Muhammad Syarifudin, beserta barisan Hakim Agung yang telah menegakkan keadilan di Tanah Air.

Kemudian, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly selaku pihak tergugat, beserta jajarannya, termasuk Dirjen Administrasi Hukum Umum, Cahyo Rahadian Muzhar, yang telah memberikan pandangan hukumnya terhadap gugatan ini.

Tak luput, AHY juga berterima kasih kepada seluruh tim hukum Partai Demokrat: Hamdan Zoelva, Heru Widodo, Bambang Widjojanto, Hinca Pandjaitan, Benny K Harman, Mehbob, Muhajir. Serta seluruh kader Partai Demokrat dan rakyat Indonesia.

Mantan Calon Gubernur DKI Jakarta ini menyerukan kepada seluruh kader Partai Demokrat, bahwa kemenangan ini merupakan momentum baik untuk terus berbuat yang terbaik dan berkoalisi dengan rakyat.

Namun, AHY juga mengingatkan, agar kemenangan ini tidak membuat euforia, namun tetap rendah hati. Dia berharap, kemenangan ini bisa menjadi referensi dan rujukan bagi proses hukum yang masih berjalan di PTUN.

Sementara Kuasa Hukum DPP Partai Demokrat, Hamdan Zoelva mengatakan, kemenangan ini mudah diprediksi karena memang tidak memenuhi unsur hukum sedari awal. Misalnya, partai politik itu bukanlah objek judicial review , karena bukan jenis peraturan perundangundangan.

Kemudian, parpol bukan lembaga negara yang dapat membentuk peraturan perundangan. Terakhir, parpol tidak mendapatkan delegasi atau wewenang dari undang-undang. Kami memang sengaja membuka ini sebagai wacana publik demi demokrasi. Jangan sampai dirusak karena upaya politik, ujar Hamdan.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini meyakini, kemenangan serupa akan terjadi di PTUN. Disebutkan, ada dua perkara di sana, yaitu Nomor 150 dan 154. Harapannya, kemenangan ini menjadi preferensi perkara tersebut.

Sedangkan kubu Moeldoko justru mengaku bersyukur MA menolak judicial review AD/ARTPartai Demokrat. Mereka juga mengaku punya senjata, yakni gugatan di PTUN.

Dengan ditolaknya Judicial Review AD/ART Partai Demokrat Tahun 2020 tersebut, maka gugatan kami KLB Deli Serdang, Nomor 150 di PTUN Jakarta menjadi semakin kuat, ujar Juru Bicara Partai Demokrat kubu Moeldoko, kata Muhammad Rahmad, di Jakarta. [BSH]

Artikel Asli