Cegah Kasus Corona Naik Saat Libur Nataru Pemerintah Tegas Dong, Kalau Cuma Imbauan Nggak Dituruti

Nasional | rm.id | Published at Kamis, 11 November 2021 - 06:20
Cegah Kasus Corona Naik Saat Libur Nataru Pemerintah Tegas Dong, Kalau Cuma Imbauan Nggak Dituruti

Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sekarang memang berbeda dengan tahun lalu. Saat ini, sudah banyak yang divaksin Covid. Kendati begitu, masyarakat harus tetap mengetatkan protokol kesehatan (prokes).

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito membeberkan lima strategi antisipatif lonjakan Covid-19 jelang dan selama libur Nataru. Dia mengimbau masyarakat mematuhi lima kebijakan tersebut.

Pertama, menjalankan prokes 3M di mana pun dan kapan pun secara komprehensif dan konsisten. Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Ketiganya harus terintegrasi.

Artinya, tidak terpisah-pisah menjalankan tiga poin prokes ini, mengingat satu dan upaya lainnya saling mengisi celah penularan Covid-19, ujar Wiku.

Kedua, menyegerakan vaksinasi Covid-19. Vaksinasi tidak hanya berguna melindungi diri sendiri, juga bisa melindungi orang yang rentan atau yang tidak bisa divaksin.

Ketiga, berinisiatif melakukan testing atau pengobatan Covid-19, jika merasakan gejala mirip Covid-19. Dengan begitu, dapat terdeteksi lebih cepat.

Sehingga penanganannya juga cepat dan demi meningkatkan angka kesembuhan karena ditindaklanjuti lebih cepat, jelas Ketua ewan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) ini.

Keempat, masyarakat diminta menganalisis risiko penularan sebelum beraktivitas. Mulai dengan memperhatikan sirkulasi udara dan durasi kegiatan lebih singkat.

Termasuk, mempertimbangkan urgensi untuk bepergian. Khususnya bagi yang sedang merasa tidak dalam keadaan fit, merasakan gejala maupun kontak erat kasus Covid-19, kata Wiku.

Kelima, masyarakat diimbau mengikuti perkembangan kebijakan yang berlaku dan mematuhinya. Setiap orang kudu adaptif dengan penerapan gas dan rem kebijakan pengendalian pandemi.

Perlu ditekankan, pemerintah tidak melarang masyarakat menjalankan kegiatannya. Yang terpenting adalah aspek kehati-hatian, tandasnya.

Netizen meminta pemerintah tegas melarang masyarakat liburan jelang dan selama Nataru. Kalau sekadar imbauan, tidak akan diikuti. Padahal, peningkatan mobilitas berpengaruh terhadap lonjakan kasus Covid-19.

Pemerintah harus tegas melarang warga agar tidak liburan selama libur Nataru. Soalnya warga Indonesia susah kalau hanya diimbau, kata @ krison_joyo .

Akun @ denny_sauya mengingatkan netizen pengalaman sebelumnya. Kata dia, tahun lalu, libur Nataru menjadi penyebab meningkatnya Covid-19.

Semua kepala daerah harus melakukan antisipasi atas kondisi ini, ujarnya.

Serupa dikatakan @ dewikecebong . Dia bilang, Januari 2021 kasus Covid-19 meningkat akibat libur dan banyaknya acara kerumunan di mana-mana. Untuk libur Natal dan Tahun Baru nanti kita harus belajar dari tahun lalu, imbuh dia.

Akun @ Lania_Rizki menimpali. Dia bilang, dengan tingginya mobilitas jelang libur Nataru, membuat pemerintah mewajibkan tes PCR. Tujuannya, untuk menekan kasus Covid-19.

Akun @ Gunduloh mengusulkan syarat wajib tes PCR berlaku lagi. Tujuannya, untuk mengantisipasi lonjakan libur Nataru dan menyebarnya varian Delta plus.

Tapi, tidak ada cari untung ya, ingat itu, tegas @ Gunduloh . Covid-19 masih mengintai, mari bijak dan tetap jaga prokes, ajak @ Lima8Satu .

Menurut @ ArtinyaApakah , salah satu pencegahan supaya kasus Covid tidak melonjak dengan tetap waspada, menjaga kesehatan dan mengurangi mobilitas. Termasuk, tidak berliburan saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Libur Nataru akhir tahun ini ujian buat semua. Apakah bisa semakin disiplin menerapkan prokes dan batasi mobilitas untuk turut mencegah ledakan kasus Covid-19, kata @ rahabganendra .

Seharusnya, kata @ Barrie_ikhwan , jika tidak ingin warga pergi saat libur Nataru, pemerintah kudu tegas. Yaitu, menutup bandara, stasiun kereta api, terminal bus, SPBUdi Jabodetabek dan jalan tol yang mengarah ke Pantura.

Sementara, @ fs_paseru mengatakan, ada perbedaan antara libur Nataru saat ini dengan tahun lalu. Tahun lalu belum ada vaksinasi, sekarang sudah 60 persen dan positive rate sudah rendah kurang dari 1 persen. Yang penting pakai masker sudah cukup, katanya. [TIF]

Artikel Asli