Makanan Terburuk bagi Penderita Kolesterol Tinggi

Nasional | republika | Published at Kamis, 11 November 2021 - 05:45
Makanan Terburuk bagi Penderita Kolesterol Tinggi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mengatur pola makan merupakan salah satu upaya penting yang perlu dilakukan oleh penderita kadar kolesterol tinggi. Menurut ahli gizi, makanan terburuk bagi penderita kadar kolesterol tinggi adalah daging merah.

"Daging merah sangat buruk untuk kolesterol darah," ujar ahli gizi dan Associate Professor di bidang ilmu gizi dari University of Hawaii, Jinan Banna PhD RD, seperti dilansir EatThis, Rabu (10/11).

Jinan mengatakan, orang yang ingin mencegah atau sedang bermasalah dengan kadar kolesterol tinggi sebaiknya menjauhi daging merah. Bila tak bisa, setidaknya perlu mengurangi asupan daging merah.

Daging merah dicap buruk bagi kadar kolesterol darah karena mengandung lemak jenuh dan juga kolesterol. Bila dikonsumsi bersamaan secara berlebih, lemak jenuh dan kolesterol dari makanan bisa menyebabkan peningkatan kadar kolesterol darah.

"Ini juga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular," jelas Jinan.

Mengonsumsi makanan yang tinggi akan lemak jenuh dapat mendorong tubuh memproduksi kolesterol "jahat" atau LDL di dalam darah. Kondisi ini yang mempengaruhi kadar kolesterol menjadi tinggi.

Studi dalam Cochrane Database of Systematic Reviews juga menunjukkan bahwa mengurangi asupan lemak jenuh dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah. Selain itu, membatasi asupan lemak jenuh turut membantu menurunkan risiko kejadian kardiovaskular hingga 17 persen.

Sebuah studi pada 2019 juga menunjukkan adanya hubungan antara pengurangan asupan daging merah dengan penurunan kadar kolesterol darah. American Heart Association menyarankan orang dengan kadar kolesterol tinggi untuk menurunkan asupan lemak jenuh menjadi di bawah 6 persen dari total kebutuhan kalori harian. Angka ini setara dengan 11-13 gram lemak jenuh per hari.

Selain pemilihan jenis makanan, beberapa kebiasaan sehat juga dapat membantu mengontrol kadar kolesterol darah. Berdasarkan Studi pada 2013, berjalan dan berlari sama-sama efektif dalam menurunkan kadar kolesterol pada orang-orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi.

Artikel Asli