PAN Ajak Anak Muda Berefleksi di Hari Pahlawan

Nasional | republika | Published at Kamis, 11 November 2021 - 05:06
PAN Ajak Anak Muda Berefleksi di Hari Pahlawan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA DPP Partai Amanat Nasional (PAN) menggelar acara malam refleksi bersama anak-anak muda. Kegiatan diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2021,

Acara yang melibatkan para juru bicara (jubir) muda PAN ini dibuka dengan amanat dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Anak muda harus mewarisi semangat kepahlawanan para pejuang yang memerdekakan republik ini. Tugas kalian berikutnya untuk memberi yang terbaik bagi bangsa dan negara, Kata Zulkifli dalam siaran pers, Rabu (10/11).

Politikus yang biasa disapa Zulhas ini berharap hasil refleksi dan diskusi ini bisa diteruskan para jubir muda PAN kepada anak-anak muda di seluruh Indonesia.

Sementara Sekjen PAN Eddy Soeparno, mengatakan, saat ini partainya sedang fokus memberdayakan anak anak muda untuk berani terlibat dalam politik. Langkah ini bertujuan meneruskan semangat para pahlawan kepada generasi muda. "PAN sedang fokus menggerakkan anak-anak muda. Mereka yang kelak akan mewarnai perjalanan bangsa ini., kata Eddy.

Salah satu jubir muda PAN, Faisal Alfansury,mengatakan akan meneruskan pesan Zulkifli Hasan kepada anak muda lain lebih luas. "Kami akan menggelar diskusi, berkarya, menulis, dan banyak lagi. Pesan kepahlawanan harus dikemas dengan cara anak muda zaman ini, ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Febry Wahyuni Sabran. ia menekankan pentingnya memperjuangkan peran perempuan dalam posisi-posisi strategis di tengah masyarakat. Pahlawan kita banyak juga perempuan. Saya mau meneruskan pesan ketum ini dengan mendorong perempuan-perempuan muda untuk lebih berperan. Ambil posisi-posisi strategis. Perempuan bisa, kok, kata dia.

Jubir muda PAN lain yang hadir di acara tersebut, di antaranya Dimas Akbar, Velerian Bramstya, Gita Sinaga, dan lainnya. Dalam diskusi yang digelar DPP PAN ini, Ketum Zulhas tampil membaca puisi Karawang-Bekasi karya Chairil Anwar.

Kebudayaan itu penting. Puisi mengajak kita berefleksi. Melembutkan sekaligus menguatkan hati, kata Zulkifli.

Artikel Asli