Loading...
Loading…
Irma Suryani: Jangan Politisasi Masalah Tes PCR!

Irma Suryani: Jangan Politisasi Masalah Tes PCR!

Nasional | rm.id | Sabtu, 06 November 2021 - 20:02

Mantan Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf di Pilpres 2019 Irma Suryani Chaniago menyesalkan sikap beberapa relawan yang kini ikut mempolitisasi masalah tes PCR. Irma menegaskan, kerja keras Pemerintah dalam mengatasi pandemi ini perlu diapresiasi, bukan malah dipolitisasi dengan menjungkirbalikkan fakta.

Hal ini disampaikan Irma menyusul sebuah pemberitaan sebuah media yang berjudul Ada Cuan di Bisnis PCR. Beberapa pihak menggunakan pemberitaan itu untuk menyerang Pemerintah. Salah satu kelompok relawan Jokowi-Maruf ikut menyerang.

Hendaknya mereka menahan diri untuk tidak membuat gaduh dengan dugaan atas berita tendensius soal kisruh PCR yang ditulis berdasarkan data dugaan tanpa penjelasan yang akurat terkait pengelolaan PCR, ucap mantan Anggota Komisi IX DPR ini, dalam keterangannya, Sabtu (6/11).

Menurut Irma, pemberitaan Ada Cuan di Bisnis PCR kurang data, tidak akurat, dan tendensius. Pemberitaan itu juga terkesan sengaja menggiring opini publik, meskipun judulnya ditambahi kata kata diduga.

Penulis tidak memberikan data lengkap pada publik dalam tulisannya terkait jumlah PCR yang telah terdistribusikan oleh Pemerintah dan berapa jumlah yang dikelola yayasan kemanusiaan, imbuhnya.

Yang membuat Irma semakin heran, beberapa relawan ikut-ikutan menambah kegaduhan dan terus minta Jokowi untuk melakukan reshuffle . Menurut Irma, langkah relawan itu justru mencederai kepercayaan Jokowi pada menteri yang sudah bekerja keras mencari vaksin hingga mendorong obat terapi murah untuk Covid-19.

Agar polemik PCR ini segera beres, Irma mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuka secara terang terkait kebijakan pengadaan PCR, penetapan harga, dan yang melatari perubahan-perubahan kebijakan terkait harga. Kemenkes sebagai kementerian yang berwenang dalam kebijakan ini harus berani memberikan penjelasan supaya isu ini tidak liar menjadi politis dan merugikan Pak Jokowi, imbuhnya. [ USU ]

Original Source

Topik Menarik