Loading...
Loading…
Kepala Perpusnas Memotivasi Duta, Bunda/Bapak Literasi Sumsel

Kepala Perpusnas Memotivasi Duta, Bunda/Bapak Literasi Sumsel

Nasional | rm.id | Sabtu, 06 November 2021 - 18:29

Usaha peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) perlu dibarengi dengan peningkatan literasi tiap individu. Literasi tidak hanya sekadar mengenal huruf dan kata, tetapi dapat menciptakan barang atau jasa yang digunakan dalam kompetisi global, menjadi tingkat paling puncak literasi saat ini.

Demikian disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando, dalam Festival Literasi Sumatera Selatan (Sumsel) Tahun 2021, di Area Taman Bukit Siguntang Palembang, Sabtu (6/11). Di acara ini, Syarif Bando memotivasi Duta, Bunda, dan Bapak Literasi Sumsel untuk terus meningkatkan literasi masyarakat di Tanah Wong Kito Galo.

Syarif Bando lalu memaparkan rumusan lima tingkatan literasi sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 mengenai peningkatan SDM. Pertama, baca, tulis, hitung, sains, dan pembentukan karakter anak. Kedua, akses bahan bacaan terjangkau. Ketiga, memahami makna yang tersirat dan yang tersurat. Keempat, memiliki mental yang kuat, karakter tangguh, inovasi serta kreatif. Kelima, memiliki ilmu pengetahuan keterampilan yang dapat diimplementasikan untuk menciptakan barang/jasa yang dapat digunakan dalam kompetisi global.

"Pada literasi tingkat satu sampai empat, negara tidak mendapatkan apa-apa. Sehingga yang dibutuhkan adalah bagaimana menciptakan barang dan jasa yang bisa bersaing di kompetisi global. Saya harap, Festival Literasi ini, ke depannya bukan lagi tentang Sumsel Cerdas Sumsel Membaca, melainkan dapat disajikan berbagai produk yang dihasilkan di seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota," ungkapnya.

Syarif Bando mengatakan, sesuai arahan Presiden Jokowi, saat ini diperlukan adanya transfer pengetahuan. Transfer pengetahuan ini berbanding lurus dengan tingkat kecerdasan dan produktivitas. Di era saat ini, perpustakaan berperan melakukan transfer pengetahuan dengan sumber bacaan yang ada.

"Tidak ada satu produk barang dan jasa yang akan bertahan tanpa dengan dikelola secara profesional, inovatif, dan kreatif. Nah untuk bisa memunculkan inovasi dan kreatif, baca buku dulu di perpustakaan," terangnya.

Syarif Bando berharap, hadirnya Duta, Bunda dan Bapak Literasi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berliterasi. "Duta Literasi, para Bunda dan Bapak Literasi, saya harap sama-sama bangun sinergi. Karena kita memiliki pekerjaan berat, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di perpustakaan," ungkap dia.

Gubernur Sumsel Herman Deru berterima kasih atas motivasi yang disampaikan Syarif Bando. "Jujur, semua orang yang ada di sini tidak ada yang merasa bahwa kita sudah dibius dan sudah diliterasi oleh Pak Syarif. Terima kasih Pak atas motivasi yang luar biasa," kata Herman.

Untuk itu, Herman meminta Duta Literasi, Bunda dan Bapak Literasi untuk menjadi penggiat literasi. "Tolong tularkan ilmu. Seperti yang disampaikan Kepala Perpusnas tadi, tetapi sesuaikan dengan kondisi wilayah dan kebutuhan di daerah. Kita terapkan itu," lanjut dia.

Herman menuturkan, literasi bisa meningkatkan kesejahteraan. Melalui membaca, diharapkan masyarakat yang sebelumnya hanya menjadi konsumen dapat menjadi produsen. Hal ini sejalan dengan program Sumsel Mandiri Pangan, yang akan diluncurkan Pemprov Sumsel.

"Kecerdasan yang didapat bisa menambah penghasilan. Tetapi yang sering dilupakan mengefisiensi pengeluaran. Ini yang memotivasi kita melibatkan semua Bunda dan Bapak Literasi untuk meliterasi menuju kesejahteraan. Dengan motivasi ini, kami akan ejawantahkan di lapangan sesuai dengan kapasitas kami," lanjut Herman.

Pada kesempatan yang sama, Herman mengukuhkan Duta Literasi Sumsel Ratu Tenny Leriva Herman Deru, Bunda dan Bapak Literasi. Bapak Literasi dari Kabupaten Musi Rawas merupakan satu-satunya Bapak Literasi di Indonesia. Acara kemudian dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan Bhakti Adipustaka Sumatera Selatan 2021 yang merupakan bentuk apresiasi Pemprov kepada masyarakat, kelompok, dan/atau lembaga yang peduli terhadap peningkatan gerakan pembudayaan kegemaran membaca dan usaha nyata dalam meningkatkan minat baca.

Syarif Bando juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Pemprov Sumatera Selatan dan Bupati Muara Enim atas dedikasi dalam mengembangkan dan membina perpustakaan di Sumatera selatan. Usai acara, Syarif Bando bersama Herman mengunjungi pameran literasi, yang terdiri dari 16 stand dari kabupaten/kota se-Sumsel, Indonesia Council Small Business (ICSB) Sumsel, stand Tim Dekranasda Sumsel, dan Pojok Baca Area (Dinas Perpustakaan Sumsel), stand Disbudpar Sumsel, stand Kampung Literasi 26 Ilir Kota Palembang, dan stand IKAPI Sumsel.

Festival Literasi Sumsel pertama kali digagas almarhumah Perca Leanpuri yang merupakan Duta Literasi Sumsel. Tahun ini, Festival Literasi Sumsel dilaksanakan secara hybrid, luring dan daring, pada 6-8 November 2021. Dengan tema "Generasi Tangguh dan Kreatif Di Masa Pandemi" berbagai kegiatan dilakukan di Festival Literasi. Di antaranya, lomba enam jenis literasi dasar, workshop literasi, pameran literasi, dan pameran virtual. [ USU ]

Original Source

Topik Menarik

{