Loading...
Loading…
Surabaya Bikin Kelas Khusus untuk Para Pelajar Genius

Surabaya Bikin Kelas Khusus untuk Para Pelajar Genius

Nasional | jawapos | Sabtu, 06 November 2021 - 13:48

JawaPos.com Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya sedang menyiapkan program untuk terus mengembangkan kualitas akademik para siswa. Dispendik membentuk kelas khusus yang berisi para pelajar SD-SMP dengan IQ di atas rata-rata. Itu wadah untuk menggembleng anak-anak cerdas. Termasuk disiapkan untuk ajang Olimpiade.

Kadispendik Surabaya Supomo menyampaikan, program kelas khusus dibuka untuk para pelajar SD-SMP. Baik sekolah negeri maupun swasta. Mereka akan dibina oleh guru-guru pilihan dan berprestasi. Goal kita agar anak-anak pintar di Surabaya makin terasah. Jangan sampai anak-anak yang istimewa ini tidak ada pembinaan, perhatian khusus, kemudian mereka menjadi anak-anak yang biasa-biasa saja, jelas Supomo.

Sebelum mengikuti kelas khusus, para pelajar se-Surabaya mengikuti seleksi. Mulai tes potensi akademik (TPA) hingga tes IQ. Seluruh sekolah mengirimkan siswa-siswa terbaiknya. Ini sudah kami seleksi. Dan sudah ada yang terpilih, jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Sekolah Menengah (Kabid Sekmen) Dispendik Surabaya Tri Aji Nugroho.

Sejauh ini, dispendik sudah melakukan penjaringan untuk jenjang SMP. Hasilnya, dari 2000-an siswa yang mengikuti seleksi, sudah terjaring 46 anak yang dianggap memenuhi ekspektasi. Mereka adalah siswa SMP negeri dan swasta. Anak-anak itu terbukti memiliki IQ di atas rata-rata. Mulai yang ber-IQ 110 hingga 125 ke atas. Ini baru tahap pertama. Ke depan ada tahap berikutnya, jelas Aji, sapaan karib Tri Aji Nugroho.

Rencananya, pembelajaran dimulai pekan depan. Pembelajaran akan dilakukan dalam kelas-kelas kecil. Dibagi menjadi lima kelas. Lokasi belajarnya akan meminjam gedung sekolah yang mewakili zonasi. Yaitu, Surabaya Selatan, Timur, Barat, Utara, dan Surabaya Pusat. Nanti kami tentukan lokasinya, imbuh Aji.

Diharapkan, anak-anak cerdas istimewa itu bisa menjadi role model bagi pelajar berprestasi di Kota Surabaya. Mereka menjadi percontohan tidak hanya karena memiliki potensi akademik yang menonjol. Namun, juga karena akhlak dan sikap mental yang baik. Misalnya, bersikap jujur, disiplin, serta bisa menjaga sopan santun. Jika ada Olimpiade tingkat nasional atau internasional, kita akan cari dari siswa ini. Tapi, tentu melalui proses seleksi, paparnya.

Menariknya, dalam program kelas khusus itu, Dispendik Surabaya bekerja sama dengan sejumlah ahli dan akademisi sebagai tutor. Salah satunya fisikawan ternama Prof Yohanes Surya. Fisikawan Indonesia itu selama ini dikenal sebagai pembimbing Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI).

Akademisi lain dari universitas-universitas di Surabaya akan memberikan pembelajaran bagi para pelajar peserta kelas khusus. Selain itu, memberikan pembinaan kepada tenaga pendidik dalam program tersebut agar mereka memiliki kemampuan yang lebih dan terarah. Intinya, bagaimana memperluas wawasan anak-anak. Pelajaran yang tidak didapat di sekolah reguler bisa mereka dapatkan di kelas khusus ini, jelas Aji.

Lebih jauh disampaikan, ke depan siswa yang dibina tidak terbatas pada kebutuhan akademik semata. Tapi, siswa yang punya bakat di bidang olahraga, seni, hingga tulis-menulis juga akan difasilitasi. Program itu berada dalam satu kesatuan program besar. Namanya Be Extraordinary You!

Karena ini kan kelebihan siswa. Kita ingin fasilitasi semua bakat siswa. Semua akan kita wadahi, tegasnya.

Dibimbing setelah Jam Sekolah Reguler

KADISPENDIK Surabaya Supomo memastikan proses pembelajaran kelas khusus tidak akan mengganggu waktu kegiatan belajar-mengajar (KBM) di sekolah reguler. Sebab, pelaksanaannya berlangsung di luar jam sekolah. Persisnya setelah jam pulang sekolah. Satu kali pertemuan sekitar dua jam, jelasnya.

Rencananya, satu lokasi pembelajaran berisi sepuluh anak agar pembelajaran efektif. Tapi, saat ini baru terjaring 46 siswa. Jika dibagi dalam lima lokasi berdasar zonasi, satu kelas rata-rata akan berisi sembilan anak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Sekolah Menengah (Kabid Sekmen) Dispendik Surabaya Tri Aji Nugroho memastikan program itu sama sekali tidak memengaruhi biaya pendidikan. Sebab, kelas khusus diberikan secara cuma-cuma. Semua kegiatan dan pembiayaan gratis, jelas Aji.

Pembelajaran juga akan mengikuti prosedur protokol kesehatan. Karena saat ini Surabaya berada di PPKM level 1, pertemuan dengan guru-guru tutor akan berlangsung secara tatap muka di dalam kelas. Namun, metode pembelajaran bisa jadi berubah sewaktu-waktu jika kasus Covid-19 mengganas lagi di Kota Pahlawan. Ini sangat kondisional. Tapi prinsipnya, pembelajaran kelas khusus harus mengikuti prokes dari pemkot, imbuh Aji.

Jangan Sampai Sekadar Target Medali di Olimpiade

PENGAMAT pendidikan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Bachtiar Syaiful Bachri mengungkapkan, anak dengan IQ tinggi mempunyai kebutuhan bacaan, latihan/praktikum, serta budaya belajar yang berkualitas. Lingkungan yang tidak mendukung kebiasaan diskusi kritis akan membuatnya tidak nyaman. Saya setuju kalau anak-anak seperti ini difasilitasi oleh pemkot, ujarnya.

Namun, Bachtiar mengingatkan agar niat mendidik anak-anak cerdas tidak diwarnai dengan ambisi sekolah.

Seleksi dan pendidikan anak-anak genius itu harus diniatkan dengan tulus. Jangan sampai hanya menjadi alat untuk mencapai prestasi yang kasatmata. Jangan kita mendidik anak-anak pintar ini hanya untuk menekan mereka supaya meraih medali di Olimpiade atau agar anak itu menang kompetisi tertentu. Kalau ada anak yang ikut dan menang lomba, itu bonus. Tetapi, dasarnya kita harus niatkan mengajar demi pengembangan potensi mereka sendiri, paparnya.

Di luar itu, dia berpesan kepada Pemkot Surabaya agar kelas khusus siswa pintar tidak menciptakan ketimpangan baru di dunia pendidikan. Sejumlah pekerjaan rumah masih menanti untuk dibereskan, terutama memfasilitasi anak-anak yang kekurangan akses pendidikan berkualitas. Bachtiar juga berpesan agar setiap anak diajari untuk mengembangkan aspek kecerdasan emosional dan spiritual.

GEMBLENGAN UNTUK SISWA IQ TINGGI

Dispendik membentuk kelas khusus.

Sudah terjaring 46 siswa dari 2.000-an pelamar.

Punya IQ di atas rata-rata. Mulai 110 hingga 125 ke atas.

Disiapkan untuk mengikuti ajang Olimpiade.

Digembleng oleh guru-guru pilihan dan berprestasi.

Belajar dalam kelas-kelas kecil. Tersebar di Surabaya Pusat, Selatan, Utama, Timur, dan Barat.

Tidak hanya bidang eksakta, siswa yang memiliki bakat olahraga dan seni juga akan difasilitasi.

Sumber: Dispendik Surabaya

Original Source

Topik Menarik

{