Loading...
Loading…
PTM Sudah Dimulai, Segera Lakukan Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

PTM Sudah Dimulai, Segera Lakukan Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

Nasional | jawapos | Sabtu, 06 November 2021 - 13:16

JawaPos.com Kementerian Kesehatan didorong untuk segera melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun seiring diizinkannya vaksin untuk anak oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak vaksinasi segera dilakukan.

Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan sangat penting menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang dapat mengantisipasi kemungkinan bertambahnya kasus Covid-19 pada anak, termasuk perlunya vaksinasi untuk usia anak. KPAI menyambut positif izin penggunaan vaksin sinovac untuk anak usia 6-11 tahun oleh BPOM.

Vaksinasi untuk melindungi anak-anak Indonesia melalui pemberian ijin vaksinasi anak. Apalagi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah digelar hampir di seluruh daerah yang sudah memasuki level PPKM 1-3. Padahal, pembukaan sekolah tatap muka secara bertahap akan menjadikan anak juga berpotensi pembawa virus Covid-19 setelah beraktivitas di luar rumah dan menularkannya kepada orang lain. Hal ini menjadi kekhawatiran dan harus menjadi perhatian bersama, tegas Retno kepada wartawan, Sabtu (6/11).

KPAI melakukan survei singkat tentang Persepsi Peserta Didik Terkait Vaksinasi Anak Usia 12-17 Tahun. Survei yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi google form ini diikuti oleh 86.286 partisipan/responden dari jenjang pendidian SD/MI/SLB (10 persen), SMP/MTs/SLB (40 persen), MA/SMA/SMA/SLB (50 persen). Adapun asal daerah para partisipan berasal dari 34 Provinsi di Indonesia, bahkan diikuti juga peserta didik dari Sekolah Indonesia Luar negeri (SILN), yaitu SILN Singapura dan SILN Filipina.

Survei dilaksanakan pada 3-9 Agustus 2021 setelah sebelumnya dilakukan ujicoba kuisioner pada 30-31 Juli 2021. Data survei menunjukkan bahwa dari 86.286 responden menyatakan kesediannya untuk divaksin dengan angka capaian hingga 88 persen, sedangkan yang ragu-ragu ada 9 persen, dan yang menolak divaksin hanya sekitar 3 persen responden saja.

Namun, dari yang menyatakan bersedia di vaksin tersebut, baru 36 persen yang sudah beruntung mendapatkan vaksin, sedangkan 64 persen di antaranya belum divaksin. Dari jumlah 64 persen yang belum divaksin tersebut, 57 persen responden menyatakan belum divaksin karena belum berkesempatan mendapatkan vaksin. Kemungkinan data ini menggambarkan bahwa ada persoalan vaksinasi anak yang belum merata di berbagai daerah di Indonesia.

Alasan responden bersedia divaksin diantaranya adalah sebanyak 47 persen menyatakan bahwa keinginannya vaksin agar tubuhnya memiliki antibodi terhadap virus Covid-19 sehingga jika tertular gejalanya menjadi ringan; 25 persen menyatakan memiliki kekebalan terhadap virus Korona, dan 24 persen menyatakan agar segera dapat mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM), karena Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) saat ini dinilai kurang efektif,

Efek Samping Vaksin

Dalam survei, anak-anak yang sudah divaksinasi mengaku pasca divaksin merasakan nyeri ditempat suntikan dilakukan (41 persen); lapar atau haus (16 persen); rasa lelah (11 persen); Sakit kepala (4 persen); demam (3 persen); mual atau muntah (1 persen); dan sisanya jawabannya lainnya (24 persen). Namun tidak ada yang parah apalagi sampai di rawat di rumah sakit.

KPAI mendorong percepatan vaksinasi anak usia 12-17 tahun yang sudah dimulai Juli 2021 yang lalu, karena hingga awal November 2021 pencapaiannya masih rendah, yaitu 4,5 juta anak yang sudah divaksin dari target 26 juta anak. Jika pembeerian vaksinasi anak usia 12-17 tahun belum dapat dituntaskan pada Desember 2021 ini, maka program vaksinasi anak usia 6-11 tahun akan tertunda, katanya

Kami mendorong Kemenkes untuk dapat segera memberikan vaksinasi anak usia 6-11 tahun, walau Kemenkes mengatakan baru bisa memberikan vaksin anak 6-11 tahun pada awal 2022 dengan pertimbangan ketersediaan vaksin yg saat ini dimiliki pemerintah Indonesia, apalagi PAUD/TK dan SD sudah mulai menggelar PTM, padahal anak-anak itu belum vaksin dan sulit dikontrol perilakunya, katanya.

KPAI juga mendorong para orangtua untuk yang memiliki anak-anak usia 6-17 tahun segera divaksin, jangan ditunda, jangan memilih milih merek vaksin. KPAI yakin bahwa vaksin Covid-19 yang ada aman, berkhasiat dan bermutu.

Original Source

Topik Menarik