Loading...
Loading…
Preview Chelsea vs Burnley FC: Melanjutkan Tren Sayap-Sayap Tajam

Preview Chelsea vs Burnley FC: Melanjutkan Tren Sayap-Sayap Tajam

Nasional | jawapos | Sabtu, 06 November 2021 - 12:39

JawaPos.com Salah satu handicap Chelsea sejak musim lalu adalah minimnya gol yang terlahir dari striker. Dari tiga striker yang ada, yakni Timo Werner, Tammy Abraham, dan Olivier Giroud, hanya 35 gol tercipta.

Itulah yang membuat tactician Thomas Tuchel memulangkan Romelu Lukaku musim panas ini dari Inter Milan. Lukaku mencetak 64 gol dalam dua musim bersama Inter.

Ternyata kembalinya Big Rom julukan Lukaku bukan solusi melegakan. Striker Belgia itu baru mencetak empat gol dalam sebelas laga musim ini.

Kondisi tersebut diperparah lantaran Lukaku mengalami cedera engkel. Cedera itu lantas seperti menular kepada Werner yang mengalami masalah hamstring .

Jadilah Chelsea tanpa predator nomor sembilan karena Abraham sudah dilepas ke AS Roma dan Giroud kini berkostum AC Milan.

Namun, Profesor julukan Tuchel tidak kehabisan akal. Tuchel menciptakan strategi tepat untuk mengantisipasi absennya para nomor sembilan.

Pelatih asal Jerman itu berhasil mengubah fullback ataupun wingback yang dimiliki sebagai tukang gedor.

Pada empat matchweek terakhir, ada enam gol yang merupakan sumbangan para bek sayap.

Bahkan, nyaris separo dari 14 gol yang tercipta pada empat matchweek tersebut merupakan kreasi para bek penyisir sisi kiri dan kanan Chelsea.

Tren itu bisa dilanjutkan malam nanti (6/11) ketika Chelsea melawan Burnley FC pada matchweek kesebelas Premier League di Stamford Bridge (siaran langsung Mola TV pukul 22.00 WIB ).

Mereka itu ( fullback / wingback , Red) berposisi krusial. Aku bangga dengan semuanya (yang memainkan peran tersebut). Chemistry yang terjalin bersama posisi tersebut sudah sangat padu, papar Tuchel kepada Football London kemarin (5/11).

Pujian mantan der trainer Borussia Dortmund itu ditujukan kepada empat pemain yang memang sangat hebat memainkan peran menyisir lapangan.

Yakni, kapten Cesar Azpilicueta, Reece James, Ben Chilwell, dan Marcos Alonso.

Sejak Tuchel menggantikan Frank Lampard per 26 Januari lalu, empat pemain itu pernah mencetak gol saat menerapkan taktik sang pelatih.

Bahkan, musim ini daftar tersebut bertambah seiring kedatangan Saul Niguez.

Tugas yang dibebankan kepada fullback atau wingback palsu arahan Tuchel tidak hanya piawai berkontribusi gol. Performa mereka juga harus tetap stabil ketika dirotasi.

Ya, lima pemain itu setidaknya pernah memainkan dua posisi yang berbeda musim ini.

Padahal, jika mengacu pada posisi ideal masing-masing, serangan dari sisi sayap The Blues tidak akan pernah terwujud yang berimbas pada seretnya keran gol tim.

Ternyata yang dilakukan Tuchel kepada Chelsea musim ini sudah diterapkan ketika melatih Borussia Dortmund (20152017) dan Paris Saint-Germain (20182020).

Ketika melatih PSG, Tuchel sempat memberikan beberapa posisi untuk Thomas Meunier, Dani Alves, Juan Bernat, Pablo Sarabia, dan Marquinhos sebagai fullback atau wingback haus gol.

Saat bersama Dortmund, pemain versatile ciptaan Tuchel adalah Sokratis Papastathopoulos, Henrikh Mkhitaryan, dan Christian Pulisic.

Rotasi dan utak-atik posisi fullback dan wingback ini bermuara pada dua hal dalam skema Tuchel. Menemukan solusi badai cedera dan tidak menggantungkan produktivitas kepada penyerang.

Kami saat ini pede dengan psikis yang prima. Aku dan (Reece) James menikmatinya (peran baru dari Tuchel). Tuchel berhasil mengeluarkan yang tersembunyi dari kami, kata Chilwell kepada BBC .

Original Source

Topik Menarik

{