Loading...
Loading…
Distanbun NTB Optimalisasi 1.000 Hektar Lahan Kering

Distanbun NTB Optimalisasi 1.000 Hektar Lahan Kering

Nasional | suarantb | Sabtu, 06 November 2021 - 01:44

Mataram (Suara NTB) Optimalisasi lahan kering terus digenjot Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB. Setidaknya, sudah 1000 hektar dilakukan upaya optimalisasi lahan kering dengan memanfaatkan sumber air yang ada. Kegiatan ini digenjot melalui Bidang Sarana dan Prasarana, di luar agenda pipanisasi dan embung.

Tahun ini 1000 hektar. Rinciannya, di Bima 500 ha dan Lotim 500 ha, kata Kabid Sarana dan Prasarana Distanbun NTB, Iis Isnaini.

Sumber air yang dimanfaatkan untuk optimalisasi lahan kering di Pringgabaya Lombok Timur.(Suara NTB/ist)

Diinformasikannya, program tersebut baru tahun ini digelontorkan di NTB, menyasar kabupaten dan kota yang masuk kategori wilayah kekeringan ekstrem. Sebagaimana yang sedang dilakukan di Bima dan LombokTimur, khususnya bagian selatan. Sasarannya daerah kering yang selama ini hanya sekali tanam, dengan program ini bisa jadi dua kali bahkan lebih, ujarnya.

Secara teknis pelaksanaan, kegiatan ini memanfaatkan sumber air yang berasal dari sumur pompa P2AT yang dibangun oleh Balai Wilayah Sungai (BWS). Sementara sumber bantuan dari Ditjen Prasana dan Sarana Pertanian Kementan RI.

Ditjen memberikan bantuan untuk menambah jaringan agar dapat menjangkau lahan yang lebih luas, sehingga dapat meningkatkan IP (Indeks Pertanaman). Jadi, ini salah satu program mengoptimalkan lahan kering sehingga dapat ditanami lebih dari satu kali dalam setahun, jelasnya.

Terkait komoditas, selama ini di wilayah tersebut hanya mengandalkan bawang di Bima dan tembakau di Lombok Tumir. Namun dengan program tersebut, komoditinya bertambah ke tanaman jagung.

Selain optimalisasi lahan kering memanfaatkan sumber air, program yang digelontorkan sebelumnya adalah irigasi perpipaan. Program tersebar di Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima.

Periode pertama jumlah kelompok 49 dan luasan 1,325 Ha. Periode kedua jumlah kelompok 62 dan luasan 1,705 Ha. Periode ketiga 564 kelompok dan luasan 18.827 Ha. Periode keempat 38 kelompok dan luasan 1.045 Ha.

Setelah pipanisasi, giliran program embung. Setidaknya ada 10 embung dibangun dari APBN dan 38 embung dibangun dari APBD NTB. Total 48 embung dibangun di wilayah NTB, dengan sasaran terbesar di Lombok Tengah dan Lombok Timur bagian Selatan.

Masing masing embung yang dibangun bisa mengairi 15 sampai 25 hektar komoditi tanaman pangan maupun hortikultura. Khusus 10 embung, estimasinya lahan yang bisa diairi sampai 4300 hektar. (r)

Artikel Distanbun NTB Optimalisasi 1.000 Hektar Lahan Kering pertama kali tampil pada SuaraNTB.

Original Source

Topik Menarik

{