Loading...
Loading…
Apa Itu Guluw? (2)

Apa Itu Guluw? (2)

Nasional | rm.id | Sabtu, 06 November 2021 - 06:38

Segala sesuatu yang berlebihan adalah tidak baik. Dalam soal muamalah pun juga dianggap negatif, dengan konotasi perbuatan melampaui batas (al-israf).

Rasulullah pernah bersabda: Sebaik-baik urusan ialah yang dilakukan dengan biasa-bisa atau sedang-sedang saja, sekali pun sedikit .

Apalagi perbuatan yang memperatasnamakan Islam dengan cara-cara kekerasan, seperti pengeboman dan penyanderaan ( tasyaddud ), samasekali tidak ada tempatnya di dalam agama.

Beragama secara berlebih-lebihan tidak sejalan dengan tujuan ibadah itu sendiri, yaitu untuk mewujudkan ketenangan, ketentraman, kedamaian, dan kebahagiaan. Itulah sebabnya para ulama menetapkan kaedah bahwa: Al- Ashlu fi al-ibadah al-haram illa ma dalla ala jawazih (Pada dasarnya semua ibadah itu haram, kecuali yang ada dalil khusus yang membenarkannya).

Semoga dialog Nabi dengan para sahabatnya dalam berbagai kasus bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita bangsa Indonesia.

Ukuran baik atau buruknya seseorang tidak diukur oleh berlebih-lebihannya seseorang dalam menjalankan ibadah, melainkan secara wajar menjalankan keseimbangan di dalam hidupnya.

Rasulullah pernah mengatakan: Khairun naas anfauhum lin naas (Sebaik-baik manusia ialah yang paling bermanfaat bagi sesamanya).

Dalam Al-Quran surah A l-Maun lebih tegas lagi menyatakan, bahwa orang-orang yang beragama secara palsu atau kamuflase ialah mereka yang tidak care pada anak-anak yatim dan fakir miskin.

Bahkan sekalipun ahli shalat, tetap diancam neraka, jika shalatnya suka lalai (tidak fokus), didominasi riya , dan tidak peduli terhadap obyek-obyek yang membutuhkan perhatian. Allahu alam .(*)

Original Source

Topik Menarik