Loading...
Loading…
Lawatan Jokowi Ke Persatuan Emirat Arab, Raih Komitmen Investasi Rp 46,84 T

Lawatan Jokowi Ke Persatuan Emirat Arab, Raih Komitmen Investasi Rp 46,84 T

Nasional | rm.id | Kamis, 04 November 2021 - 20:42

Lawatan Presiden Jokowi kePersatuan Emirat Arab (PEA) telah menghasilkan komitmen bisnis dan investasi senilai 32,7 miliar dolar AS atau Rp 46,84 triliun.

Jumlah tersebut diperoleh dari 19 perjanjian kerja sama, yang pertukarannya dilakukan pada Kamis (4/11),saat Presiden Joko Widodo berkunjung ke Dubai.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam keterangannya di Hotel Emirates Palace, Abu Dhabi, Rabu (13/11).

Menlu menjelaskan, komitmen bisnis dan investasi tersebut menjadi salah satu bahasan saat Presiden Jokowi bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Istana Al-Shatie, Abu Dhabi.

Kedua pemimpin membahas kemajuan kerja sama investasi antara kedua negara. Sebagai informasi, selama kunjungan ini, terdapat komitmen bisnis dan investasi senilai 32,7 miliar dolar AS dari 19 perjanjian kerja sama, yang akan dipertukarkan besok di Dubai, ujar Menlu.

Komitmen bisnis dan investasi tersebut ada dalam bentukkerja sama antara Indonesia Investment Authority (INA) dengan Abu Dhabi Growth Fund (ADG), INA dan DB World, floating solar panel antara Masdar dan Pertamina, refinery Balikpapan, manufaktur dan distribusi vaksin dan bio product .

Baca Juga :
Dari Glasgow, Presiden Jokowi Lanjutkan Lawatan ke Abu Dhabi

Selain itu, juga ada berbagai kesepakatan G42 dengan mitra di Indonesia, antara lain di bidang smart cities , telekomunikasi, pengembangan laboratorium genomic , dan lain sebagainya.

Jika ditotal, maka nilai komitmen yang diperoleh sampai titik ini, dalam kunjungan ini, mencapai32,7 miliar dolar AS.Di bidang investasi, besok, Menteri Investasi masih akan melakukan pertemuan investasi. Selain itu, juga ada pertemuan dengan perusahaan besar Amerika yang mudah-mudahan akan ada komitmen-komitmen baru, paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menjelaskan, Indonesia akan memberikan karpet merah bagi semua negara untuk melakukan realisasi investasi di Indonesia. Alias tidak hanya condong kepada satu negara.

Atas dasar itu, Menteri Investasi akan melakukan perjanjian dengan salah satu pengusaha dari Amerika.

Sekarang, kita lagi melakukan negosiasi akhir sampai dengan tengah malam, yang akan masuk di bidang hilirisasi. Kenapa hilirisasi? Salah satu visi besar Bapak Presiden pada poin kelima adalah tentang bagaimana membangun transformasi ekonomi di mana transformasi ekonomi wujudnya adalah nilai tambah dengan industrialisasi. Ini akan kita buat,.dan kita umumkan besok nanti, ujar Bahlil.

Baca Juga :
Komitmen Indoensia-UEA Prioritaskan Kerja Sama Pembangunan IKN, Transisi Energi dan Perdagangan

Bahlil berharap, nilai 32,7 miliar dolar AS yang telah ada bisa didongkrak lagi. Paling tidak di atas 35 miliar dolar AS atau Rp 501,82 triliun.

Sebelumnya, saat Presiden Jokowi bertemu dengan para investor di Glasgow di sela-sela KTT Pemimpin Dunia COP26, Indonesia juga mendapatkan komitmen investasi sebesar 9,2 miliar atau Rp 131,90 triliun.

Sehingga, jika ditotal dengan jumlah komitmen investasi yang didapat di PEA, jumlahnya mencapai 41,99 miliar dolar AS atau Rp 602,25 triliun.

Selain di bidang investasi, dalam pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Pangeran MBZ juga membahas isu di bidang perdagangan.

Kedua pemimpin sepakat, agar perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara kedua negara dapat segera diselesaikan.

Perundingan sudah dilakukan beberapa kali. Presiden berharap, perundingan dapat diselesaikan padaMaret 2022, pungkas Menlu. [HES]

Original Source

Topik Menarik