Loading...
Loading…
BKKBN Optimis Dapat Turunkan Angka Kematian Pasca Kelahiran

BKKBN Optimis Dapat Turunkan Angka Kematian Pasca Kelahiran

Nasional | jawapos | Selasa, 26 Oktober 2021 - 13:54

JawaPos.com Pemerintah memiliki target pada 2030 mendatang, Indonesia harus terbebas dari kemiskinan dan kelaparan. Akan tetapi, hal tersebut masih belum bisa tercapai karena angka stunting pun masih sebesar 27,6 persen.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo pun mengatakan bahwa angka stunting yang masih tinggi ini di akibatkan minimnya pengetahuan masyarakat perihal gizi seimbang. Gizi yang tidak mencukupi membuat sel-sel dalam tubuh juga sulit berkembang.

Ini sungguh ironis, hal itu mencerminkan bahwa pengetahuan sangat penting sekali, tutur dia dalam Simposium Nasional Penurunan Stunting Melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi secara daring, Selasa (26/10).

Stunting ini pun juga merembet terhadap angka kematian pada ibu dan anak masih tinggi, yakni 305 per 100 ribu kelahiran. Sementara banyak beberapa negara tetangga yang kematian ibunya hanya sebesar 7 per 100 ribu.

Di Indonesia setiap 1.000 bayi lahir ada 24 ibu menangis, setiap 100 ribu ibu melahirkan, maka 305 keluarga harus menangis karena ibunya tidak bisa diselamatkan, imbuhnya.

Jadilah anak yang terlantar juga karena dia tidak terurus oleh ibu kandungnya, ini yang perlu kita sadari bersama beberapa keluarga tetangga kita kematian ibunya, ada 7 per 100 ribu, ada yang 6. Kita masih 305 sehingga penurunan angka stunting wajib dilakukan, sambungnya.

Diharapkan dengan adanya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dapat mengakselerasi hal tersebut. Namun, ia meminta agar seluruh pihak juga membantu percepatan ini.

Ini mudah-mudahan spirit kita menurunkan angka stunting ke 14 persen sesuai arah Presiden Jokowi, ini sekaligus kita bisa menurunkan angka kematian ibu menuju 70 per 100 ribu kelahiran hidup, pungkas dia.

Original Source

Topik Menarik