Loading...
Loading…
Lestari Moerdijat Dukung IAIN Palopo Jadi UIN

Lestari Moerdijat Dukung IAIN Palopo Jadi UIN

Nasional | rm.id | Selasa, 26 Oktober 2021 - 08:01

Kehadiran Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, akhir pekan lalu disambut antusias oleh civitas akademika. Bukti dari antusiasnya civitas akademika di kampus di bawah Kementerian Agama itu terlihat dari penuhnya auditorium yang ada.

Kehadiran politisi dari Partai Nasdem di IAIN Palopo itu untuk memberikan Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Hadir dalam sosialisasi itu Walikota Palopo H. Muhammad Judas Amir, Rektor IAIN Palopo Prof. Dr. Abdul Pirol, serta para guru besar.

Dalam sambutannya,Abdul Pirol mengucapkan selamat datang kepada Lestari Moerdijat. Kehadiran perempuan yang akrab dipanggil Kakak Riri itu diharap memberi nilai tambah dan nilai historis kepada IAIN Palopo. "Serta memberi motivasi kepada kami," ucapnya.

Disampaikan oleh Abdul Pirol, IAIN yang dipimpinnya berdiris sejak tahun 1968. Kampus ini dulunya merupakan cabang dari IAIN Alauddin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Setelah berpisah dengan Alauddin, status perguruan tinggi ini menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN).

"Dari STAIN selanjunya menjadi IAIN. Dan kami ingin IAIN ini menjadi Universitas Islam Negeri (UIN)," harapnya antusias.

Keinginan berubah menjadi UIN, menurut Abdul Pirol, kampus ini menyediakan bangku kuliah kepada 18.000 lulusan SMA, MAN, dan yang sederajat. Serta mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul.

Apa yang dicitakan Abdul Pirol didukung oleh Lestari. "Cita-cita menjadi UIN mudah-mudahan segera terealisasi. Saya akan mendukungngya," sebutnya.

Lebih lanjut dikatakan dirinya merasa luar biasa bisa berdiri di hadapan civitas akademika IAIN Palopo. Dikatakannya, Palopo mempunyai arti penting bagi republik ini, sebab dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pejuang-pejuang dari Palopo dan Luwu gigih mengangkat senjata. "Perjuangan rakyat di daerah ini menjadi catatan tinta emas," tuturnya.

Sebagai wilayah yang dulu berdiri Kedatuan Luwu, kedatuan yang ada bersama dengan kerajaan dan kesultanan yang lain bersepakat mendukung berdirinya NKRI. Datu yang ada ikut menyatakan bergabung dengan Indonesia. Jadi Palopo dan Luwu memberi kontribusi bagi berdirinya NKRI.

Dalam sosialisasinya, Lestari mengatakan bangsa Indonesia saat ini menghadapi krisis multidimensi dan tantangan dari dalam dan luar. Saat ini, disebut dunia tengah mengalami lompatan teknologi yang begitu cepat. Penemuan teknologi silih berganti. Orang hanya berkomunikasi dengan telepon rumah, saat ini handphone yang dipegang oleh setiap orang memiliki teknologi yang sangat luar biasa.

Kemajuan teknologi yang ada patut disyukuri. Namun dengan adanya media sosial, salah satu buah dari kemajuan teknologi, membawa dampak tersendiri. Media sosial awalnya digunakan sebatas untuk memperlancar dan mempercepat komunikasi namun saat berubah menjadi alat penyebar hoax atau berita bohong. Akibat yang demikian banyak kegaduhan yang terjadi.

Lestari merasa bersyukur bangsa ini memiliki Pancasila. Disebut dasar negara ini merupakan benteng untuk menjadi tameng dalam menghadapi berbagai macam krisis. Nilai-nilai yang ada disebut sudah hidup di tengah bangsa Indonesia sejak dulu kala. "Dalam sosialisasi inilah kita ingatkan kembali Empat Pilar," tuturnya.

Nilai-nilai yang ada diyakini sebagai pegangan untuk melewati berbagai masalah yang ada. Menurutnya Sosialisasi Empat Pilar tidak boleh berhenti namun kegiatan hal yang demikian terasa berat tanpa didukung oleh seluruh elemen masyarakat. [ TIF ]

Original Source

Topik Menarik