Loading...
Loading…
Survei Poltracking: Elektabilitas Ganjar Ungguli Prabowo

Survei Poltracking: Elektabilitas Ganjar Ungguli Prabowo

Nasional | republika | Senin, 25 Oktober 2021 - 14:43

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Poltracking Indonesia merilis hasil survei terkait peta elektoral jelang pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berada di paling atas dengan elektabilitas sebesar 18,2 persen.

Tepat di bawahnya, terdapat nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan 17,1 persen. Kemudian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada di urutan ketiga dengan 10,2 persen.

"Tertinggi Ganjar Pranowo di rentang margin of error dengan prabowo, 18,2 persen. Prabowo mepet dalam margin of error, 17,1 persen," ujar Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR dalam rilis daringnya, Senin (25/10).

Yuda menjelaskan, pihaknya melakukan survei dengan pertanyaan terbuka. Jadi, para responden tak diberikan kuesioner berisi daftar nama yang berpotensi maju di Pilpres 2024.

Berada di urutan keempat muncul nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan elektabilitas 2,4 persen. Kemudian, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan angka 2,1 persen.

Selanjutnya ada nama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dengan elektabilitas 1,7 persen. Diikuti oleh Ketua DPR yang juga politikus PDIP Puan Maharani 1,5 persen.

Posisi kedelapan ditempati Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan elektabilitas 1,3 persen. Kemudian ada Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dengan elektabilitas 0,5 persen.

Di posisi bawah ada sejumlah nama yaitu mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (0,4 persen), Kasad Andika Perkasa (0,3 persen), Menkopolhukam Mahfud MD (0,3 persen), Menteri BUMN Erick Thohir (0,2 persen), serta Ketum PKB Muhaimin Iskandar 0,2 persen. Responden yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 37,9 persen.

Yuda menjelaskan, dari hasil survei ini peta calon presiden sudah mengerucut kepada tiga nama, yakni Ganjar, Prabowo, dan Anies. Namun, hal tersebut dapat berubah, mengingat sejumlah partai politik berniat mengusung ketua umumnya.

"Sangat mungkin terjadi dinamika politik dan momentum politik yang berpotensi mengubah peta politik elektoral ke depan," ujar Yuda.

Poltracking Indonesia melakukan survei pada 3 hingga 10 Oktober 2021, dengan wawancara tatap muka dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Jumlah responden sebanyak 1.220 orang, dengan toleransi kesalahan atau margin of error sebesar 2,8 persen.

Populasi survei adalah warga Indonesia yang sudah memiliki hak untuk memilih dalam pemilihan umum. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling, pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Original Source

Topik Menarik