Loading...
Loading…
Siswa Korban Dugaan Keracunan Makanan Dipulangkan

Siswa Korban Dugaan Keracunan Makanan Dipulangkan

Nasional | suarantb | Jumat, 22 Oktober 2021 - 02:24

Praya (Suara NTB) Sebanyak 24 siswa korban dugaan keracunan makanan yang sempat menjalani perawatan medis di Puskesmas Mangkung, Kamis, 21 Oktober 2021 dipulangkan. Mereka dipulangkan setelah kondisi kesehatan para korban dinyatakan stabil. Beberapa sampel makanan pun sudah dikirim ke laboratorium untuk diteliti, guna memastikan penyebab dugaan keracunan makanan.

Kepala UPT Puskesmas Mangkung, L. Munawar, yang dikonfirmasi Suara NTB , Kamis siang mengungkapkan, para korban dugaan keracunan makanan secara berangsur-angsur sudah dipulangkan, sejak Rabu malam hingga Kamis pagi. Begitu kondisi kesehatan para korban dinyatakan stabil. Terakhir, tadi padi korban terakhir dipulangkan, sebutnya.

Ia mengatakan jadi total ada 36 siswa yang diduga jadi korban keracunan makanan. 12 orang di antaranya mengalami gejala ringan, sehingga tidak perlu menjalani rawat inap. Sisanya mengalami gejala sedang, jadi harus mendapat penanganan insentif. Untungnya tidak ada yang sampai mengalami gejala berat.

Disinggung penyebab dugaan keracunan makanan, Munawar mengaku belum bisa dipastikan sampai sejauh ini, karena butuh penelitian lebih lanjut untuk memastikan sumber keracunan yang dialami para siswa tersebut dan, untuk itu butuh penelitian di laboratorium.

Terkait hal ini, pihaknya sudah mengambil beberapa sampel bahan makanan yang digunakan oleh Inaq Sufyan untuk membuat gorengan tempe yang dimakan para siswa sampai mengalami dugaan keracunan. Sampel makanan seperti tepung, minyak goreng, saus serta tempe sudah kita amankan dan dikirim ke Dikes untuk diteliti. Hasilnya, nanti kita tunggu, tambahnya.

Ke depan, jelasnya, kasus dugaan keracunan makanan tersebut bisa jadi pelajaran baik kepada masyarakat ataupun para orang tua supaya lebih berhati-hati membeli jajanan. Para pedagang jajaran juga diharapkan bisa lebih cermat menggunakan bahan-bahan makanan. Dalam prosesnya juga harus bersih dan steril supaya bisa meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

Sosialisasi terkait makanan yang sehat dan menyehatkan ke depan juga akan menjadi atensi kami. Agar masyarakat bisa mengolah dan memproduksi makanan yang sehat serta menyehatkan, tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan siswa MI Al Marif dan SMP Al Isbat Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat Loteng, Rabu, 20 Oktober 2021 pagi terpaksa harus dilarikan ke puskesmas setempat. Mereka diduga mengalami keracunan makanan, setelah menyantap jajanan berupa gorengan tempe di sekolahnya. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Para korban mengalami gejala pusing disertai rasa mual-mual. Bahkan beberapa di antaranya sampai muntah-muntah. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan oleh aparat kepolisian, untuk mengungkap penyebab dugaan keracunan makanan yang terjadi. (kir)

Artikel Siswa Korban Dugaan Keracunan Makanan Dipulangkan pertama kali tampil pada SuaraNTB.

Original Source

Topik Menarik