Loading...
Loading…
Obat Virus Corona Asal China Masuk Uji Klinis Tahap 3 Rakyat Sudah Nggak Sabar Keluar Dari Pandemi Covid

Obat Virus Corona Asal China Masuk Uji Klinis Tahap 3 Rakyat Sudah Nggak Sabar Keluar Dari Pandemi Covid

Nasional | rm.id | Rabu, 20 Oktober 2021 - 06:20

Pemerintah tengah memantau perkembangan penelitian obat Covid-19. Upaya mengubah pandemi menuju endemi.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengaku tengah menjajaki tiga obat alternatif untuk Covid-19. Ketiga Obat itu adalah Molnupiravir dari perusahaan farmasi Merck AT-527 yang dikembangkan Roche dan Athea Pharmaceutical, serta Proxalutamide.

Obat-obatan yang menjanjikan terus kita monitor perkembangannya. Obat-obatan ini sudah masuk uji klinis tahap tiga, ujar Budi dalam konferensi pers secara virtual terkait perpanjangan PPKM Level 1-4. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers secara virtual terkait perpanjangan PPKM Level 1-4.

Saat ini, kata mantan Dirut Bank Mandiri itu, pemerintah sedang mempelajari obat Proxalutamide yang diproduksi Suzhou Kintor Pharmaceuticals dari China. Obat ini sudah masuk uji klinis tahap ketiga di Indonesia dan sedang dalam pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sehingga kita bisa lebih cepat mengetahui kecocokan dari obat-obatan Covid-19 baru ini agar bisa digunakan ke rakyat, ujarnya.

Budi berharap, dengan adanya obat-obatan antivirus dan vaksinasi, Indonesia akan memasuki transisi pandemi menjadi endemi.

Baca Juga :
Aktivis: Pak Jokowi, Vaksin dari China Harus Diuji Dulu ke Bapak!

Dengan laju penyuntikan 2,2 juta dosis vaksin Covid-19 per hari, diperkirakan sampai akhir tahun kita bisa mendekati 300 juta suntikan dan 168 juta rakyat sudah bisa suntik dari target 208 juta, terangnya.

Netizen meminta pemerintah gerak cepat mencari obat Covid-19. Semakin cepat ditemukan obat virus Corona, maka semakin cepat pula Indonesia menuju endemi.

Akun @ Aryprasetyo85 mengatakan, secara khusus pemerintah tengah memantau perkembangan obat Covid-19. Indonesia akan masuk era baru setelah pandemi Covid- 19. Sosialisasi program protokol kesehatan (prokes), vaksinasi tetap jalan, ujarnya.

Akun @ riverheaven menyambung. Dia bilang, saat ini pemerintah terus berupaya menurunkan kasus Covid-19 dengan cara menggencarkan vaksinasi Covid-19.

Vaksin merupakan salah satu tahapan persiapan transisi dari pandemi ke endemi. Juga mencari obat Covid-19, katanya. Pemerintah terus mencari obat antivirus Covid-19, sahut @ HertienIndah .

Menurut @ ohorella_b , obat Covid-19 yang diminum atau bukan disuntikkan mulai menampakkan kemajuan signifikan. Akun @ evitut8 menyarankan pemerintah mencari partner kerja sama dengan pihak lain dalam pembuatan obat Covid-19. Bila ada kerja sama, pastinya kebagian barangnya, kata dia.

Baca Juga :
2021, Indonesia Target Miliki Vaksin Merah Putih

Menurut @ MrsRachelln , perubahan status Covid-19 dari pandemi menjadi endemi, menandakan virus Corona bisa diobati. Dia berdoa, Indonesia cepat keluar dari pandemi Covid-19.

Akun @ DwiDian1598 mengajak masyarakat bersiap menuju transisi pandemi ke endemi. Dia mengatakan, Covid-19 tidak akan hilang dalam waktu dekat. Perubahan menjadi endemi, tidak perlu euforia hingga mengabaikan protokol kesehatan. Tetap jaga protokol kesehatan dan segera vaksinasi adalah kunci untuk berdamai dengan Covid-19, kata dia.

Kita masih punya imun Covid-19 hingga pandemi dinyatakan tuntas. Dan kini mulai menuju ke fase endemi dengan menunggu obat Covid-19, timpal @ yt_noeg

Menurut @ Soeryo_adjiewibowo , saat ini masyarakat sudah terobati dengan adanya bansos, pemulihan ekonomi, dan kondisi psikologis kolektif yang baik untuk menuju new normal . Ke depannya tentu butuh vaksin atau obat Covid-19 yang terus update, kata dia.

Akun @ PulauMadura meminta masyarakat tidak abai prokes dengan akan adanya obat Covid-19. Dia bilang, merasa aman berlebihan akan berdampak pada pengabaian protokol kesehatan. Jadi tetap jaga prokes, jangan lengah, sarannya. [TIF]

Original Source

Topik Menarik