Wang Yaping, Astronot China Perempuan Pertama di Modul Tianhe

Nasional | republika | Published at Sabtu, 16 Oktober 2021 - 21:20
Wang Yaping, Astronot China Perempuan Pertama di Modul Tianhe

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-China meluncurkan pesawat ruang angkasa Shenzhou 13 dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Gurun Gobi pada Jumat (15/10). Pesawat tersebut berisi tiga penumpang, yaitu komandan Zhai Zhigang, Wang Yaping, dan Ye Guangfu.

"Mereka menuju Tianhe, modul inti stasiun luar angkasa Tiangong yang sedang dibangun China. Kami yakin akan berhasil dalam misi ini," kata Zhai sebelum lepas landas.

Setelah mencapai orbit, Zhai melaporkan kru dalam keadaan baik dan semua sistem berfungsi dengan baik. Jika berjalan sesuai rencana, Shenzhou 13 akan bertemu Tianhe pada malam ini yang memakan waktu sekitar delapan jam usai peluncuran.

Tianhe yang terbang sejak April, baru menerima kunjungan dari Shenzhou 12 yang diluncurkan pada Juni dan kembali ke Bumi bulan lalu. Misi tiga bulan itu adalah penerbangan luar angkasa manusia dengan durasi terlama, tetapi Shenzhou 13 akan memecahkan rekor yang akan menghabiskan enam bulan di Tianhe.

Selain memecahkan durasi waktu, kru Wang akan menjadi wanita pertama yang tinggal di modul inti. Misi ini merupakan penerbangan luar angkasa kedua bagi Wang yang berusia 41 tahun. Sebelumnya, ia terbang dalam misi Shenzhou 10 yang mengunjungi laboratorium ruang angkasa Tiangong 1 selama dua pekan pada tahun 2013.

Sementara itu, komanda Zhai yang berusia 55 tahun merupakan veteran penerbangan luar angkasa setelah bertugas di misi Shenzhou 7 pada tahun 2008. Selama penerbangan tiga hari itu, ia melakukan perjalanan luar angkasa pertama di China.

Namun, bagi kru lain Ye (41 tahun) misi Shenzhou 13 adalah penerbangan luar angkasa pertamanya. Dalam konferensi pers sebelum peluncuran, dia mengungkapkan rasa senangnya bisa ikut dalam misi ini.

"Bagi saya, ini adalah tantangan besar. Saya memiliki kepercayaan diri untuk menyelesaikan misi ini dengan sukses," kata Ye.

Dilansir Space , Sabtu (16/10), selama enam bulan, mereka akan menghabiskan banyak waktu untuk menguji teknologi yang memungkinkan China menyelesaikan pembangunan stasiun luar angkasa baru yang disebut Tiangong. Stasiun itu akan terdiri dari tiga modul, dua lainnya diharapkan akan diluncurkan menuju Tianhe dengan panjang 16,6 meter tahun depan.

Para kru juga akan melakukan beragam eksperimen di atas kapal Tianhe, termasuk pekerjaan yang dirancang untuk memajukan kedokteran luar angkasa dan pemahaman ilmuwan tentang fisika gaya berat mikro. Para kru akan melakukan dua atau tiga perjalanan luar angkasa selama misi Shenzhou 13, kata pejabat antariksa China.

Sebanyak 11 peluncuran diperlukan untuk membangun Tiangong. Dua dari peluncuran yang tersisa akan menjadi misi awak (Shenzhou 14 dan Shenzhou 15), dua akan mengirim kapal kargo Tianzhou, dan dua akan mengangkat modul Tiangong lainnya yang disebut Mengtian dan Wentian.

Artikel Asli