Di Tengah Pandemi, Ada 56 Rekor yang Terpecahkan

Nasional | jawapos | Published at Sabtu, 16 Oktober 2021 - 19:50
Di Tengah Pandemi, Ada 56 Rekor yang Terpecahkan

JawaPos.com- Meski PON Papua XX 2021 berlangsung di tengah pandemi, atmosfer persaingan antaratlet sama sekali tak kendur. Setidaknya 56 rekor dipecahkan sepanjang pergelaran multievent tertinggi level tanah air itu.

Soal pemecahan rekor, atlet Jawa Timur (Jatim) cukup dominan. Di cabang olahraga (cabor) selam saja, ada empat rekor yang dipecahkan. Empat rekor yang pecah itu berasal dari nomor 400 meter surface putri, 50 meter apnea putra, serta 50 meter surface putra dan putri.

Tentu senang bisa memecahkan rekor. Apalagi, awalnya saya sempat pesimistis, kata Vania Elvira, peselam yang memecahkan rekor di nomor 400 meter surface putri.

Dari renang, ada empat rekor PON yang dipecahkan. Yakni, nomor 200 meter gaya bebas putri, 100 meter gaya punggung putri, 4 x 100 meter gaya bebas putri, dan 800 meter gaya bebas putri.

Pelatih renang Jatim Chusaini Matlek berbangga atas prestasi para atletnya tersebut. Alhamdulillah, semua target tidak ada yang lepas, ujar Chusaini.

Dari atletik, Jatim juga mencatatkan rekor. Yakni, atlet lompat tinggi Teuku Tegar yang bisa terbang setinggi 5,15 meter. Tegar memecahkan rekor PON atas nama Nunung Jayadi (DKI Jakarta) dengan tinggi 5,10 meter pada PON XV/2000.

Sebetulnya Tegar masih berpeluang memecahkan rekor nasional 5,30 meter. Tapi, saat bertanding, kondisinya tidak ideal.

Pergelangan kaki kiri saya ini agak memar. Mungkin karena sudah terlalu banyak melakukan lompatan, kata Tegar. Yang penting, saya bisa mempersembahkan emas, tambahnya.

Pecah rekor terakhir dicatatkan Sri Mayasari dari atletik di Mimika Sport Complex. Atlet Sumatera Selatan itu juara di nomor 400 meter putri dengan catatan waktu 53,32 detik. Yang lebih istimewa, dia menorehkan rekor itu di usianya yang ke-37.

Berbagai rekor baru di PON XX/2021 tersebut diapresiasi betul oleh Menpora Zainudin Amali.

Ini luar biasa semangat dari para atlet. Karena di tengah situasi pandemi masih saja ada pemecahan rekor, kata Amali. Saya juga kaget. Saya pikir melaksanakan kegiatan di tengah-tengah pandemi, tidak ada rekor yang terpecahkan, tambahnya.

Politikus Partai Golkar itu menganggap torehan tersebut sebagai bukti kesuksesan penyelenggaraan PON XX/2021.

Banyak yang takut dan ragu apakah PON ini bisa dilaksanakan atau tidak? Kami semua sudah buktikan dengan capaian ini, ucap Amali.

Artikel Asli